Kandas di Semifinal Padel Putri, Novela/Beatrice Ubah Frustasi Jadi Bahan Bakar

  • 03 Okt 2026 02:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Novela Putria dan Beatrice Gumulya terhenti di babak semifinal nomor women’s pairs Asian Games 2026 setelah takluk dari wakil Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto dua set langsung 0-2 di Nagoya City Higashi Sports Center, Jumat 2 Oktober 2026
  • Novela/Beatrice tidak menjadikan kekalahan sebagai akhir dari perjalanan, menyerah bukanlah pilihan yang mereka bawa dari Tanah Air
  • Di tengah ketertinggalan dan rasa frustrasi yang membayangi, Novela/Beatrice saling menguatkan. Keduanya menegakkan kepala untuk menatap laga perebutan medali perunggu melawan wakil Filipina, Danna Abad/Josea Malazarte

RRI.CO.ID, Nagoya – Srikandi padel Indonesia, Novela Putria dan Beatrice Gumulya terhenti di babak semifinal nomor women’s pairs Asian Games 2026. Langkah pasangan Indonesia terhenti usai berjuang menghadapi wakil tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto.

Pada laga yang berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Jumat 2 Oktober 2026, Novela/Beatrice takluk 0-2. Namun, di balik angka di papan skor, ada perjuangan panjang, porsi beban di pundak, serta kebanggaan yang mereka tautkan.

Memasuki lapangan, tekanan bertanding di hadapan pendukung lawan tak dipungkiri menghadirkan karang emosi tersendiri. Di awal-awal laga, guncangan rasa frustrasi sempat hinggap ketika pukulan demi pukulan lawan sulit ditembus.

“Memang kadang-kadang lawan main lebih bagus dari kita. Bikin kita akhirnya sedikit jujur aja ada frustrasi juga di awal-awal,” ujar Beatrice dalam keterangan resmi, Jumat 2 Oktober 2026.

Menyerah bukanlah pilihan yang mereka bawa dari Tanah Air. Di tengah ketertinggalan dan rasa frustrasi yang membayangi, keduanya saling menguatkan, mencoba merajut kembali harapan di setiap permainan.

"Tapi kita tetap berjuang sampai akhir, berusaha cari jalan gimana caranya bisa dapetin poin,” ujar Beatrice menambahkan. Senada dengan sang partner, Novela mengakui betapa beratnya laga yang menuntut stamina dan ketahanan mental luar biasa tersebut.

Pertukaran pukulan hingga puluhan kali dalam satu poin menuntut dedikasi fisik dan pikiran yang tak main-main. Belum lagi gemuruh publik tuan rumah yang kian membakar semangat lawan.

“Ya mereka main di kandang sendiri jadi ngerasa lebih bebas,” kata Novela. Kendati demikian, kekalahan ini tidak mengikis apresiasi dan kehangatan di antara keduanya.

"Apapun itu, aku udah bangga ada di sini, bangga sama Kak Bea (Beatrice) juga. Kita sudah main dengan maksimal, tapi hasil belum yang diharapkan,” ujar Novela mengapresiasi daya juang Beatrice.

Kemudian, keduanya mengalihkan konsentrasi pada laga berikutnya. Bagi Novela dan Beatrice, perjuangan belum selesai.

Keduanya menegakkan kepala untuk menatap laga perebutan medali perunggu besok saat melawan wakil Filipina, Danna Abad/Josea Malazarte. “Kita bakal fokus buat perebutan perunggu, pokoknya kita gak mau lepas lagi,” kata Novela.

Sementara, Wamenpora Taufik Hidayat yang menyaksikan langsung tetap mengapresiasi perjuangan Novela/Beatrice. “Tetap semangat, besok kembali lebih kuat dan semoga bisa berhasil,” ujar Wamenpora Taufik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....