Tempuh 40 Jam Perjalanan, Timnas Basket Indonesia Tetap Fokus di Asian Games 2026
- 09 Sep 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Timnas Basket Indonesia menempuh perjalanan sekitar 40 jam menuju Nagoya setelah perubahan rute penerbangan akibat bencana
- Nirmala Dewi memastikan pemain tetap fokus, tenang, dan menjaga mental menghadapi pertandingan Asian Games 2026
- Todotua Pasaribu memastikan Tim CdM terus memantau situasi Nagoya serta mencari solusi latihan bagi tim
RRI.CO.ID, Jakarta – Timnas Basket Putra Indonesia menempuh perjalanan 40 jam menuju Nagoya dengan rute berbeda untuk Asian Games 2026. Perubahan jalur penerbangan terjadi karena erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sebelum keberangkatan tim menuju Jepang.
Sekjen DPP Perbasi, Nirmala Dewi menjelaskan, perjalanan tersebut berubah karena adanya bencana. Tim yang seharusnya berangkat dengan penerbangan langsung, harus berangakt melalui beberapa kota.
"Iya, tim kemarin udah jalan juga yang mestinya direncanakan melalui penerbangan langsung, ternyata ada perubahan karena ada bencana. Jadi mereka harus muter lewat Surabaya, kemudian Singapura, Singapura ke Nagoya," ucap Nirmala usai mengikuti upacara pengukuhan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.
Nirmala mengatakan pemain tetap menjalani persiapan dengan baik meski menghadapi perjalanan panjang sebelum pertandingan pembuka Asian Games 2026. Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh mengganggu konsentrasi atlet yang sudah berlatih keras selama pemusatan latihan di Indonesia.
Nirmala menambahkan pemain harus menjaga kestabilan mental karena situasi perjalanan panjang membutuhkan kesiapan fisik dan fokus selama pertandingan. “Kami kuatkan anak-anak tetap tenang dan fokus agar tidak terdistraksi situasi yang terjadi di sana,” ujar Nirmala Dewi.
Selain perjalanan panjang tim juga menghadapi situasi banjir di Nagoya yang membuat latihan belum berjalan maksimal menjelang laga. Nirmala menyebut pemain akan memanfaatkan kesempatan tersedia untuk pemanasan sebelum menghadapi Jepang pada pertandingan perdana Asian Games 2026.

"Jadi fokus kita, hari ini kita kuatin anak-anak buat tetap tenang, tetap fokus. Karena mereka juga sudah banyak berlatih di sini, pemanasan-pemanasan di sana memanfaatkan segala situasi semaksimalnya untuk pertandingan besok," kata Nirmala menambahkan.
Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu mengatakan, pihaknya terus memonitor situasi Nagoya. Dimana terjadi kondisi force majeure (keadaan darurat) yang berlangsung.
"Semenjak tadi malam, ada situasi force majeure di Nagoya, dalam bentuk storm (badai) kemudian menjadi banjir. Kondisi pagi hari ini official pemerintah Provinsi Nagoya, sudah mengeluarkan warning untuk lock semua kegiatan di Nagoya," ucap Todotua
Ia menyebut kejadian tersebut bukan hanya berdampak kepada Indonesia tetapi seluruh pihak yang berada di wilayah Nagoya Jepang. "Jadi ini efeknya sebenarnya bukan cuma untuk kita, tetapi ini efeknya untuk semua apa namanya yang hadir di sana. Nah, kita terus berkomunikasi.
Timnas Basket Putra Indonesia akan mengawali penyisihan grup mereka di Asian Games 2026 dengan menghadapi tuan rumah Jepang. Laga ini dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026 di Aichi International Arena, Nagoya.
Setelahnya Tim Merah Putih akan melawan Korea Selatan pada Jumat, 11 September 2026. Pada laga ketiga, Indonesia akan bertemu Arab Saudi pada Minggu, 13 September 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....