Gus Nabil: Pencak Silat Harus Menjadi Kekuatan Pemersatu Bangsa

  • 05 Sep 2026 17:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gus Nabil mengatakan pencak silat tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan pencapaian medali
  • Pencak silat mengajarkan keberanian, kedisiplinan, pengendalian diri, penghormatan kepada guru, dan persaudaraan
  • Target utama PB IPSI adalah membawa pencak silat menembus panggung Olimpiade

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum PB IPSI Muchamad Nabil Haroen mengajak seluruh perguruan memperkuat persatuan pencak silat Indonesia. Menurutnya, perbedaan tradisi dan identitas perguruan merupakan kekayaan yang dapat menjadi kekuatan nasional.

"Kita boleh berasal dari perguruan yang berbeda. Kemudian, memakai warna yang berbeda, dan tumbuh dari tradisi berbeda," kata pria yang akrab disapa Gus Nabil ini seusai pelantikan PB IPSI Masa Bakti 2026–2030 di TMII, Jakarta Timur, Sabtu, 15 September 2026.

Gus Nabil mengatakan seluruh jajaran pengurus harus bergerak dalam satu visi di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB IPSI Sugiono. Setiap pengurus bertanggung jawab menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi kerja nyata sesuai bidang masing-masing.

Menurut Gus Nabil, amanah setiap pengurus harus menjadi kekuatan kolektif untuk memajukan pencak silat Indonesia. Ia juga menegaskan persatuan harus menjadi landasan dalam menjalankan program organisasi.

Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Gus Nabil menyatakan siap menggerakkan sekitar tiga juta kader. Potensi tersebut akan diarahkan untuk mendukung pembinaan atlet dan pengembangan pencak silat.

Dukungan juga mencakup peningkatan kompetensi pelatih, pendidikan karakter, penguatan organisasi, dan pengembangan pencak silat. Gus Nabil menegaskan dukungan Pagar Nusa tidak dimaksudkan untuk menonjolkan satu perguruan.

"Ini bukan agenda satu perguruan, melainkan ikhtiar bersama seluruh keluarga besar pencak silat. Seluruh perguruan harus bergotong royong membawa pencak silat Indonesia semakin berprestasi," ujarnya.

Gus Nabil mengatakan pencak silat tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan pencapaian medali. Menurutnya, pencak silat juga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Pencak silat mengajarkan keberanian, kedisiplinan, pengendalian diri, penghormatan kepada guru, dan persaudaraan. Nilai tersebut dinilai relevan untuk memperkuat jati diri generasi muda di tengah perkembangan teknologi.

"Kita mewarisi pencak silat dari para leluhur bukan hanya sebagai teknik bela diri. Pencak silat juga menjadi jalan pembentukan manusia dengan karakter dan akhlak," ucapnya.

Karena itu, Gus Nabil mendukung pencak silat menjadi bagian dari pendidikan karakter melalui pendidikan formal. Menurutnya, nilai-nilai pencak silat dapat memperkuat pembentukan generasi muda Indonesia.

Selain persatuan dan karakter, PB IPSI periode 2026–2030 didorong mempercepat pembinaan prestasi. Pembinaan atlet perlu semakin memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Gus Nabil juga mendorong kompetisi berkualitas dan berkelanjutan untuk meningkatkan pengalaman bertanding atlet. Profesionalisme pelatih serta wasit-juri juga dinilai perlu terus diperkuat.

Ia menyatakan siap mendukung standardisasi dan sertifikasi pelatih serta wasit-juri. Pengembangan sistem pemeringkatan atlet dan industri pencak silat juga menjadi perhatian.

Menurut Gus Nabil, sistem pemeringkatan diperlukan untuk mendukung seleksi dan evaluasi prestasi secara objektif. Sementara pengembangan industri pencak silat diharapkan membuka prospek ekonomi bagi atlet dan pelatih.

Ketua Umum PB IPSI Sugiono menegaskan pencak silat merupakan identitas dan instrumen diplomasi bangsa. Target utama PB IPSI adalah membawa pencak silat menembus panggung Olimpiade.

Gus Nabil menyatakan siap bekerja bersama seluruh pengurus untuk menyukseskan target tersebut. Menurutnya, perjuangan menuju Olimpiade membutuhkan konsistensi dan keterlibatan banyak pihak.

"Ini bukan pekerjaan satu ketua umum, satu kepengurusan, atau satu periode," ujarnya. Ia menilai target tersebut merupakan kerja panjang seluruh insan pencak silat Indonesia.

Gus Nabil menegaskan amanah sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI akan digunakan untuk bekerja bagi kemajuan pencak silat. Menurutnya, jabatan merupakan sarana pengabdian yang harus menghasilkan manfaat bagi organisasi.

Pelantikan dan pengukuhan PB IPSI Masa Bakti 2026–2030 dilakukan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh pencak silat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....