JAPFA Chess Festival 2026: Khuong Dau Unggul, Satria Duta Petik Pengalaman

  • 05 Sep 2026 21:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Satria menjadikan hasil JAPFA Chess Festival 2026 sebagai bahan evaluasi dan pengalaman untuk menghadapi ajang Olimpiade Catur berikutnya
  • GM Utut Adianto menilai tantangan terbesar catur Indonesia adalah melahirkan pecatur absolut kelas dunia, meski Indonesia sudah memiliki banyak pemain bergelar
  • Sekjen PB Percasi Nanang Pujalaksana mengapresiasi JAPFA karena konsisten menyediakan ruang kompetisi untuk mengasah kemampuan atlet muda

RRI.CO.ID, Jakarta – Duel Match antara pecatur International Master (IM) Satria Duta Cahaya melawan IM Kuong Dau di Turnamen JAPFA Chess Festival akhirnya dimenangi pecatur asal Vietnam itu. Pertandingan berlangsung di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Sabtu 5 September 2026.

Memainkan dua babak catur cepat dan catur kilat pada hari ini, Satria Duta hanya mampu meraih hasil remis pada babak kedelapan, sisanya Khuong Dau masih unggul atas Satria. Total skor Khuong Dau mengumpulkan 7 poin, sedangkan Satria dengan 3 poin.

Sementara itu Women International Master (WIM) Laysa Latifah yang melawan Women Grand Master (WGM) Xeniya Balabayeva juga harus mengakui keunggulan pecatur Kazakhstan itu. Xeniya unggul dengan skor total 8-2 atas Laysa.

Hasil di JAPFA Chess Festival 2026 ini menjadi bahan evaluasi bagi Satria Duta untuk event selanjutnya. Kini ia ingin fokus mebatap ke ajang Olimpiade Catur.

"Ya pasti bisa dibilang ini lawan-lawannya juga memang kuat. Dan ya turnamen ini dijadikan pengalaman saja buat ajang Olimpiade nanti,” ujarnya.

"Ya harapannya mungkin nanti kalau di Olimpiade mungkin dapat apa norma Grand Master. Semoga kedepan bisa maju terus dan banyak pemain muda-muda yang berbakatnya bisa bermain,” ucapnya optimis.

Sementara itu hasil dari kategori open hingga babak kesembilan Gilbert Elroy Tarigan memimpin dengan 7,5 poin diikuti Fabian Glen Mariano dengan poin yang sama. Posisi ketiga ada Arif Abdul Hafiz dengan 7 poin.

Dewan Pembina PB Percasi Grand Master Utut Adianto (kiri) saat memberikan coaching clinic di sela-sela ajang JAPFA Chess Festival di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Sabtu 5 September 2026 (Foto: RRI/Indra Virgiantara)

JAPFA Chess Festival 2026 juga diisi dengan coaching clinic oleh Dewan Pembina PB Percasi Grand Master Utut Adianto. Utut Adianto mengatakan tantangan terbesar catur Indonesia saat ini adalah melahirkan pecatur absolut kelas dunia.

“JAPFA sudah enggak perlu dipertanyakan lagi, mereka luar biasa membantu. Yang kita sampai sekarang Adalah belum membuahkan adalah pecatur absolut kelas dunia,” ujarnya.

“Pemain-pemain bergelar sudah banyak. Yang belum, kita melahirkan pemain sekelas Anand misalnya begitu, yang absolut di kelas dunia,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal PB Percasi Nanang Pujalaksana, mengapresiasi dukungan Japfa yang konsisten memberikan ruang kompetisi bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan. Turnamen ini dinilai menjadi sarana krusial untuk memetakan potensi pecatur muda di tanah air.

"Jelas terlihat bahwa turnamen ini sangat membantu kita, Percasi, untuk memilih pemain-pemain muda khususnya. Kita bisa melihat seberapa besar animo, minat, dan potensi bibit-bibit pecatur muda yang bisa kita jaring dan kembangkan di kemudian hari,” ungkpnya.

JAPFA Chess Festival 2026 diikuti 520 pecatur dari 5 negara dan 23 provinsi di Indonesia. Turnamen ini digelar pada 1–6 September di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, dengan hadiah total Rp 298.900.000.

Turnamen JAPFA Chess Festival tahun ini juga menghadirkan sejumlah kategori pertandingan dari berbagai kelompok umur dan tingkat. Kategori tersebut mencakup senior, putri, veteran, junior, hingga beregu antarinstansi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....