NPC Indonesia Sinergi Bina Olahraga Disabilitas Bersama PATRIN
- 31 Agt 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- * NPC Indonesia memperkuat sinergi dengan Kemenpora dan PATRIN untuk membina prestasi atlet penyandang disabilitas nasional.
- * Keikutsertaan atlet tunarungu dalam kejuaraan internasional harus dikoordinasikan di bawah naungan resmi PATRIN.
- * NPC Indonesia menegaskan bahwa program tryout luar negeri memerlukan perencanaan matang agar anggaran pemerintah tepat sasaran.
RRI.CO.ID, Solo - National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menegaskan komitmen memperkuat sinergi pembinaan olahraga prestasi bagi para atlet penyandang disabilitas nasional. Koordinasi terpadu tersebut melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Persatuan Atlet Tuna Rungu Indonesia (PATRIN/IADA).
Penetapan keikutsertaan delegasi atlet pada kejuaraan internasional mewajibkan adanya konsolidasi strategis serta perencanaan penganggaran yang matang. Pihak organisasi merespons kemunculan isu publik mengenai inisiatif penggalangan donasi mandiri oleh sejumlah atlet tunarungu.
Kepala Biro Hukum NPC Indonesia Satriawan Sulaksono memaparkan skema pendanaan, serta teknis pembinaan atlet nasional menuju kejuaraan luar negeri. Keterangan tersebut disampaikan secara resmi sebagai tanggapan atas dinamika informasi publik pada Senin, 31 Agustus 2026.
"Sebagaimana NPC Indonesia bernaung di bawah IPC, APC, dan APSF sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, maka pembinaan olahraga prestasi tuna rungu di Indonesia sudah tepat bernaung pada organisasi yang diakui oleh ICSD. Lembaga resmi yang berwenang memberangkatkan kontingen Indonesia ke ajang multievent tersebut adalah PATRIN," kata Satriawan kepada RRI.co.id , Senin, 31 Agustus 2026.
Satriawan menjelaskan keikutsertaan kompetisi single event merupakan bagian krusial dari program tryout pemusatan latihan nasional (pelatnas) menuju ajang Paralimpiade. Pemenuhan syarat kualifikasi turnamen internasional membutuhkan dukungan alokasi anggaran pemerintah yang akuntabel.
"Sahabat atlet Tuli yang ingin berprestasi di kancah olahraga tidak perlu khawatir. Pemerintah melalui Kemenpora sangat berkomitmen mendukung kemajuan dan prestasi olahraga disabilitas, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Satriawan.
Status keanggotaan International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) menjadi syarat wajib pengiriman kontingen resmi menuju multievent Deaflympics. Kompetisi setingkat regional lainnya diselenggarakan di bawah naungan Asia Pacific Deaf Sports Confederation (ADPSC) dan Asian Deaf Sports Federation (ADSF).

Pemenuhan persyaratan administratif internal seluruh asosiasi ditargetkan segera selesai guna meminimalisasi munculnya kesimpangsiuran informasi. Para atlet diharapkan mendaftarkan diri secara terpusat agar persiapan teknis mampu terkoordinasi langsung dengan Kemenpora.
Langkah strategis berkelanjutan pemerintah dinilai mampu menjadi fondasi kokoh untuk menjamin kesetaraan ekosistem olahraga nasional. Ketersediaan akses fasilitas pelatihan berstandar internasional akan memacu lahirnya bibit-bibit unggul dari seluruh pelosok daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....