The Indonesia Pro-Am Hadirkan Format Berbeda dari Pro-Am Umumnya
- 22 Agt 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 menghadirkan format pertandingan yang berbeda dibandingkan turnamen Pro-Am pada umumnya
- The Indonesia Pro-Am menerapkan konsep berbeda karena pegolf profesional dan amatir memainkan bola masing-masing selama pertandingan
- Pegolf Tiongkok Andi Xu, berhasil merebut gelar juara individual The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026
RRI.CO.ID, Bogor - The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 menghadirkan format pertandingan yang berbeda dibandingkan turnamen Pro-Am pada umumnya. Kompetisi yang berlangsung di Gunung Geulis Country Club ini mempertemukan pegolf profesional dan amatir dalam format permainan yang mengutamakan hasil terbaik setiap hole.
Dalam format Pro-Am yang umum, pegolf profesional dan amatir biasanya bermain menggunakan sistem best ball, dengan skor terbaik dari anggota tim yang dihitung. Konsep serupa juga diterapkan pada New Zealand Open, di mana skor net terbaik dari dua pemain menjadi hasil tim setiap hole.
Namun, The Indonesia Pro-Am menerapkan konsep berbeda karena pegolf profesional dan amatir memainkan bola masing-masing selama pertandingan. Khusus pegolf amatir, hasil permainan akan disesuaikan dengan handicap yang mereka miliki sebelum dibandingkan dengan catatan skor pegolf profesional.
“Turnamen ini yang membedakan adalah di mana biasanya kalau ada Pro-Am itu pro-nya main dengan amatir tapi formatnya best ball, jadi bola terbaik yang diambil. Di Indonesian Pro-Am amatirnya memakai sistem handicap,” kata President Director Combiphar, Michael Wanandi dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Setiap pegolf amatir memiliki nilai handicap yang menjadi dasar dalam perhitungan skor pertandingan. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan catatan pegolf profesional sehingga skor terbaik pada setiap hole dapat menentukan posisi tim dalam klasemen.
“Jadi tergantung dengan handicap mereka. Kemudian mereka akan di-compare-kan dengan hasil dari para pro-nya. Jadi setiap hole mereka akan melihat skor terbaiknya,” ujarnya.
Format yang digunakan The Indonesia Pro-Am terinspirasi dari sejumlah turnamen Pro-Am internasional yang telah memiliki reputasi kuat. Salah satunya adalah New Zealand Open, sedangkan contoh lainnya berasal dari Amerika Serikat melalui AT&T Pebble Beach Pro-Am.
“Formatnya agak berbeda dan ini format yang saya bilang diambil atau mencontoh dari Pro-Am yang ada di New Zealand yang cukup terkenal, New Zealand Open. Format tersebut kemudian diadaptasi untuk diterapkan dalam kompetisi golf di Indonesia,” ujar Michael
The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 sendiri berlangsung pada 19-21 Agustus di Gunung Geulis Country Club. Turnamen tersebut menjadi bagian dari kalender Asian Development Tour dan mempertemukan pegolf profesional dengan peserta amatir.
Pasangan Parathakorn Suyasri dari Thailand dan Luke Evan Moore berhasil menjadi juara beregu. Sementara pegolf Tiongkok, Andi Xu, berhasil merebut gelar juara individual The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....