Grand Final Indonesian Pingpong League 2026 Digelar di TSM Cibubur

  • 20 Agt 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Grand Final Indonesian Pingpong League (IPL) 2026 akan digelar di Trans Studio Mall (TSM) Cibubur
  • Musim kedua IPL mencatat peningkatan peserta dari 27 tim menjadi 47 tim
  • Kompetisi musim kedua telah berkembang ke tujuh zona, yaitu Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi

RRI.CO.ID, Cibubur - Setelah sukses pada musim pertama, Indonesian Pingpong League kembali mendapat sambutan hangat dan menunjukkan perkembangan signifikan pada musim kedua. Kompetisi tenis meja bergengsi tersebut kini memperluas jumlah klub peserta sekaligus meningkatkan pembinaan atlet berprestasi secara nasional.

Musim kedua Indonesian Pingpong League(IPL) berlangsung sejak Mei 2025 dengan Bandung sebagai tuan rumah seri pertama kompetisi. Seri kedua berlangsung di Semarang pada Agustus 2025, kemudian Jakarta menjadi tuan rumah seri ketiga Februari 2026.

“IPL terinspirasi liga tenis meja top dunia seperti Swedia dan Jerman, sehingga kami menerapkan tiga seri regular. Kami bersyukur animo tinggi, dari 27 tim musim pertama kini menjadi 47 tim peserta IPL 2026,” ucap Yon Mardiono Sekjen IPL dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kompetisi musim kedua IPL kini tersebar di tujuh zona, meliputi Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi. Selain memperluas wilayah kompetisi, IPL juga menambah kategori kelompok umur untuk memperkuat sistem pembinaan atlet secara berjenjang nasional.

“Tidak hanya meningkatkan prestasi, IPL berkomitmen membangkitkan proses pembinaan atlet sejak usia dini melalui kompetisi berjenjang. Kami menambahkan kategori KU-13, KU-15, dan KU-18, sehingga hasil pembinaan mulai terlihat melalui prestasi internasional,” ungkapnya.

Grand Final IPL 2026 akan mempertemukan empat klub terbaik dari setiap zona dalam kategori youth dan senior. Selanjutnya, atlet terpilih akan mewakili Indonesia pada kompetisi ASEAN sebelum memasuki kalender resmi ITTF dan WTT.

“Konsepnya berbasis data atlet terbaik yang selalu diperbarui setiap dua bulan berdasarkan performa terkini. Musim pertama menggunakan pemain lokal, sedangkan musim kedua memperbolehkan satu pemain asing dari Asia Tenggara,” ujar Yon.

“IPL mengedepankan objektivitas berbasis data setiap klub, pemain, dan pelatih sehingga kesempatan atlet tetap setara.” “Setiap atlet berkesempatan membela bangsa berdasarkan performa yang terukur dan diperbarui secara berkala,” ucapnya.

Gandeng TSM Cibubur Sebagai Venue Grand Final

Musim kedua IPL menghadirkan konsep baru dengan menjadikan Trans Studio Mall Cibubur sebagai lokasi Grand Final tahun ini. Pemilihan venue tersebut bertujuan mendekatkan olahraga tenis meja kepada masyarakat melalui lokasi mudah dijangkau dan nyaman.

Konsep pertandingan di pusat perbelanjaan diharapkan menghadirkan pengalaman menonton lebih inklusif bagi masyarakat luas. Pengunjung dapat menyaksikan pertandingan tenis meja berlevel internasional secara langsung sembari menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.

Konsep tersebut sekaligus membuka kesempatan masyarakat mengenal Indonesian Pingpong League dan merasakan atmosfer kompetisi terbaik para atlet Indonesia. Kehadiran pertandingan di ruang publik diharapkan mampu memperluas basis penggemar tenis meja secara nasional.

Selain pertandingan Grand Final, rangkaian acara akan menghadirkan aktivitas interaktif, hiburan, serta area sponsor bagi pengunjung. Berbagai kegiatan tersebut dirancang memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkuat interaksi antara atlet, penggemar, dan masyarakat umum.

Melalui konsep sportainment, Indonesian Pingpong League terus memperluas jangkauan olahraga tenis meja kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. IPL juga membangun kedekatan dengan penggemar sekaligus menghadirkan kompetisi modern, atraktif, dan mudah diakses masyarakat luas.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....