Investasi Jangka Pendek vs Jangka Panjang
- 14 Okt 2024 21:50 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Dalam wawancara bersama RRI Atambua dalam program Mozaik Indonesia, Sabtu (12/10/2024), dosen Program Studi Akuntansi, Siprianus G. Tefa, SE, M.Si, CRP, menyampaikan mengenai perbedaan investasi jangka pendek dan jangka panjang. Siprianus menjelaskan bahwa investasi jangka pendek biasanya berfokus pada tujuan keuangan yang dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun, seperti likuiditas dan kebutuhan kas cepat.
"Contoh instrumen investasi jangka pendek mencakup deposito berjangka pendek, reksa dana pasar uang, dan surat utang jangka pendek. Investasi ini lebih aman, namun keuntungan yang diperoleh biasanya relatif kecil dibandingkan investasi jangka panjang," jelas Siprianus.
Sementara itu, investasi jangka panjang mencakup periode yang lebih panjang, biasanya lebih dari satu tahun, dan bertujuan untuk pertumbuhan modal yang signifikan. Contoh instrumen investasi jangka panjang meliputi saham, properti, dan obligasi jangka panjang. “Meskipun risikonya lebih besar, investasi jangka panjang berpotensi memberikan keuntungan yang jauh lebih besar. Selain itu, waktu memungkinkan volatilitas pasar untuk menyeimbangkan keuntungan," katanya lagi.
Siprianus menjelaskan bahwa investasi jangka pendek lebih terfokus pada stabilitas dan keamanan dana, sedangkan investasi jangka panjang memerlukan toleransi risiko yang lebih tinggi karena nilai investasi dapat berfluktuasi dalam jangka waktu yang lama.
“Pemilihan antara investasi jangka pendek dan jangka panjang sangat bergantung pada tujuan keuangan, profil risiko, dan kebutuhan likuiditas investor,” ujar Siprianus. Ia juga menyarankan masyarakat dan calon investor untuk selalu melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....