Ayam Merangkat: Cita Rasa Tradisi Sasak yang Memiliki Histori
- 07 Mei 2025 05:03 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram : Dari Desa Bonjeruk di Lombok Tengah, sebuah kuliner tradisional yang sarat makna budaya berhasil meraih pengakuan nasional. Ayam Merangkat, hidangan khas masyarakat Sasak, resmi mendapatkan sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB. Lebih dari sekadar kelezatan, ayam merangkat menyimpan kisah mendalam tentang adat, kebersamaan, dan identitas lokal.
Menurut Desy Wulandari, Owner Ayam Merangkat Lombok, ayam merangkat dimasak dengan cara dibakar tanpa bumbu menggunakan arang atau sabut kelapa, yang menciptakan cita rasa aroma asap yang khas. Setelah matang, ayam dan disajikan bersama sambal daun jeruk pedas yang menggugah selera.
Desy juga menjelaskan kuliner ini berawal dari tradisi Merarik/menikah, ada istilah Selarian, yaitu prosesi adat pernikahan masyarakat Sasak. Dalam tradisi ini, seorang pemuda akan membawa lari calon pasangannya ke rumah keluarganya sebagai bagian dari rangkaian menuju pernikahan. Setelah itu akan diskusi bersama keluarga dan orang terdekat untuk proses adat selanjutnya.
Dalam suasana penuh kejutan itu, keluarga besar langsung bergotong royong menyiapkan jamuan. Ayam menjadi pilihan utama karena mudah diolah dan cepat dimasak. Dibakar tanpa bumbu agar efisien dan dicampur sambal daun jeruk, ayam merangkat menjadi simbol keterbukaan dan sambutan hangat menyatukan rasa dalam semangat kebersamaan.
Kini, warisan kuliner ini tidak hanya hidup di tengah adat, tapi juga hadir dalam bentuk wisata kuliner. Di Bonjeruk maupun di Kota Mataram, Ayam Merangkat Lombok membawa rasa khas ini tanpa kehilangan akar budayanya.
Ayam Merangkat bukan sekadar makanan namun memiliki filosofi cerita yang merupakan bagian dari cara masyarakat Sasak menyambut kehidupan baru dengan tangan terbuka dan cita rasa yang tak terlupakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....