Dokter Spesialis Perkirakan Angka Prevalensi DMT1 Tinggi

  • 20 Jul 2023 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Angka prevalensi Diabetes Melitus Tipe 1 (DMT1) pada anak diperkirakan lebih tinggi dari data yang telah ada. Hal itu disampaikan dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, Aman Bakti Pulungan.

"Karena tingginya angka underdiagnosis (pasien yang tidak terdiagnosis) dan misdiagnosis (pasien dengan hasil diagnosis yang salah). Sehingga angka pasti prevalensi diabetes tipe 1 pada anak-anak diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan data yang sudah ada," kata Aman dalam keterangan tertulis, Kamis (20/7/2023).

Dalam penelitiannya, Aman mengungkapkan, prevalensi DMT1 di Indonesia meningkat tujuh kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Jumlah itu meningkat 3,88 per 100 juta penduduk pada tahun 2000 menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada 2010.

Aman mengakui, hidup dengan DMT1 tidak mudah. Sehingga membutuhkan lebih dari sekadar dukungan medis.

"Pengelolaan DMT1 yang tepat memerlukan pemantauan kadar gula darah secara mandiri. Sekaligus pemahaman yang komprehensif tentang kondisi tersebut," katanya, mengungkapkan.

Ia juga menyayangkan, jumlah anak yang mengidap DMT1 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Indonesia bergabung dengan program kemitraan global Changing Diabetes in Children pada 2021.

Adapun yang ikut terlibat adalah Pemerintah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Novo Nordisk Indonesia. Dalam setahun terakhir, kemitraan tersebut telah menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan akses perawatan diabetes bagi anak-anak dengan DMT1.

Upaya-upaya tersebut diantaranya, penyelenggaraan program edukasi pasien yang komprehensif, penguatan kapasitas tenaga medis. Hingga kemudahan akses terhadap insulin dan perlengkapannya, serta meluncurkan fitur Diabetes Registry anda Diary di aplikasi PrimaKu.

"Selama lebih dari 100 tahun, Novo Nordisk terus berkomitmen memberikan dampak signifikan dalam kehidupan individu yang hidup dengan diabetes. Termasuk anak-anak dengan DMT1," kata Vice President and General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan.

Melalui kerjasama dengan Kemenkes dan IDAI, pihaknya menyediakan solusi sekaligus memberikan edukasi yang memberdayakan. Bahkan kegiatan kolaboratif, khusus bagi anak-anak dengan DMT1.

"Novo Nordisk bangga dapat mendukung dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan IDAI. Khususnya dalam mendorong perubahan dalam pengelolaan DMT1 di Indonesia," kata Sreerekha, menjelaskan.

“Kami optimis bahwa pengalaman (Diabetes Camp) akan memungkinkan mereka (anak-anak dengan DMT1) untuk menyambut masa depan yang lebih cerah. Tentunya dengan kehidupan yang lebih menyenangkan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....