Simak Perbedaan Empat Misa dalam Kepercayaan Katolik

  • 25 Des 2024 09:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Tahukah Anda, ternyata misa Natal itu berjumlah empat, hal ini sesuai dengan Liturgi Romawi. Sedangkan biasanya, umat Kristiani Indonesia merayakan sebanyak dua kali yaitu Misa Malam Natal (in nocte) dan Misa Hari Raya Natal.

Padahal, dalam Liturgi Romawi ada empat jenis Misa yaitu, Misa Vigili, Misa Malam Natal, Misa Fajar, dan Misa Siang. Struktur dari empat Misa tidak ada yang istimewa yaitu seperti Misa Hari Raya atau Hari Minggu Biasa.

Namun, bacaan untuk empat Misa Natal tersebut berbeda yang menegaskan kekhasan masing-masing Misa. Semua aktifin (pembuka dan komuni) dan bacaan (pertama, kedua, dan Injil) dari empat Misa bertema seputar kedatangan atau Kelahiran Tuhan.

Melansir dari situs resmi Gereja Katedral Jakarta. Berikut adalah penjelasan dari pekerjaan empat Misa.

1. Misa Vigilia (In Vigilia)

Misa Vigilia Natal merupakan tradisi liturgi yang sudah berlangsung sejak lama dalam Gereja Katolik. Kata "Vigilia" Sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti "jaga" atau "penantian".

Kak hasan Misa Vigilia adalah bernada antisipatif dan bersiapp menyongsong kelahiran Yesus Kristus. Namun banyak Paroki yang telah meniadakan Misa Vigilia dan langsung merayakan Misa Malam Natal.

Jika tudak dirayakan, bacaan dari Misa Vigilia dimanfaatkan sebagai doa. Hal ini dilakukan sebagai menyongsong perayaan Natal.

2. Misa Malam Natal (Natalia Domini)

"Natalis Domini" meruapakan bahasa Latin yang secara harfiah berarti "kelahiran Tuhan". Ini adalah istilah liturgi yang digunakan dalam Gereja Katolik untuk merujuk pada hari raya Natal.

Kekhasan Misa Malam terasa dari pemilihan waktu pelaksanaan: tengah malam, transisi ke 25 Desember. Hal ini seperti para gembala yang berjaga ketika semua orang tertidur.

Umat Katolik pun berhimpun di Gereja untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus. Pada saat umat biasanya sudah dibuai mimpi, kekahsan ini tidak akan dia rasakan jika Misa diadakan pada sore hari.

3. Misa Fajar (In Aurora)

"In Aurora" merupakan istilah yang indah yang mengundang kita untuk merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai sumber cahaya. Misa Fajar merupakan momen istimewa bagi umat Katolik untuk merayakan kelahiran Sang Juruselamat dalam suasana penuh sukacita dan syukur.

Misa Fajar terilhami darin reaksi para gembala yang melihat penampakan para malaikat yang menertawakan kelahiran Yesus pada malam hari. Sebelum Fajar, mereka bergegas ke Betlehem mencari bayi yang saja lahir seperti dikatakan malaikat.

4. Misa Siang Natal (in Die)

Misa Siang Natal (In Die) adalah puncak dari perayaan Natal. Ini merupakan momentum untuk merayakan lekahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan bersyukur atas anugerah keselamatan yang diberikan.

Misa Siang mengacu kepada terang sinar matahari yang gemilang, melambangkan kemuliaan Putra Tunggal Allah. Namanya Misa Siang, tetapi biasa juga dilakukan hingga petang.

Setiap imam boleh merayakan semua Misa itu. Demikian seperti dulu, para Paus selalu merayakan seluruhnya.

Sesaat setelah Misa berakhir, umat Kristiani dapat saling mengucapkan selamat. Keempat Misa sudah terhitung dalam Hati Raya Natal, Selamat Natal!



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....