Susu Ikan Produk Pangan Ultra-Proses Tinggi Gula
- 12 Sep 2024 14:42 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Sis Apik Wijayanto dalam rapat kerja bersama DPR RI, Rabu (4/9/2024) mengusulkan susu ikan sebagai alternatif pengganti susu sapi. Hal ini menuai pro kontra ditengah masyarakat, termasuk ahli gizi dr Tan Shot Yen.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan detik.com, dokter yang akrab disapa dr.Tan ini mengatakan, sumber nutrisi utama protein lebih banyak didapatkan dari real food. Sementara susu ikan telah melalui banyak pemrosesan sehingga termasuk pangan ultra-proses.
"Kalau bisa makan ikannya, kenapa mesti ada pabrik susu ikan? Di daerah nggak ada ikan? Ada aneka telur, unggas. Kita butuh literasi dan edukasi. Bukan nambah industri, ikan segar kaya manfaat dan bukan produk ultra proses," katanya, dilansir detikcom Rabu (11/9/2024).
Susu ikan merupakan hasil ektraksi protein ikan, bukan susu yang diperah dari ikan. Oleh karena itu susu ikan dihasilkan dengan banyak proses termasuk tambahan gula. Dalam beberapa produk susu ikan, tertera kandungan gula cukup tinggi yakni maltodekstrin yang memiliki indeks glikemik lebih tinggi daripada gula pasir.
Dikatakan Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF, karena mengandung gula yang tinggi konsumsi susu ikan bagi anak-anak maupun dewasa harus diperhatikan mengingat risiko diabetes yang mengintai.
"Karena di beberapa merek (susu ikan), kandungan gulanya cukup tinggi lho. Kemudian juga ada tambahan maltodekstrin, padahal maltodekstrin, indeks glikemiknya jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir, jadi tentunya terutama untuk anak-anak itu nggak bagus. Apalagi, untuk kita orang dewasa yang punya risiko diabetes atau memang sudah mengalami diabetes tersebut," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....