​Intip Profil dan Karir Politik Tanri Abeng

  • 23 Jun 2024 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng Era Presiden Soeharto meninggal dunia, Minggu (23/6/2024). Kabar itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Simak profil dan karir politik Tanri Abeng semasa hidupnya, mengutip laman Wikipedia. Tanri Abeng meninggal dunia pada Minggu (23/6/2024) dini hari pukul 02.36 WIB.

Tanri Abeng meninggal dunia pada usia 82 tahun. "InshaAllah akan dimakamkan di Tanri Abeng University Jalan Swadarma Raya No.58," kata tulisan yang tertera di papan pengumuman yang dibuat keluarga di rumah duka, di Jakarta, Minggu (23/6/2024).

Profil Tanri Abeng

Tanri Abeng merupakan pria kelahiran Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada 7 Maret 1942. Tanri Abeng merupakan tokoh besar bangsa yang dilahirkan dalam keluarga sederhana.

Pada usia 10 tahun, Tanri Abeng pindah ke Makassar dan tinggal dengan kerabatnya. Tanri Abeng tinggal bersama kerabatnya, seusai kedua orang tuanya meninggal.

Sejak SD sampai SMA, Tanri Abeng mengenyam pendidikan di Kota Makassar. Setelah lulus sekolah, Tanri Abeng melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

Tanri Abeng diketahui mendapat beasiswa untuk sekolah di American Field Service (AFS). Sepulang ke Indonesia, Tanri Abeng berkuliah di Universitas Hasanuddin Makassar mengambil jurusan ekonomi.

Setelah lulus dari Universitas Hasanuddin Makassar, Tanri Abeng melanutkan kuliahnya di Amerika Serikat. Ia mengambil Program Master of Business Administrasion, University of New York Buffalo.

Tidak sampai di situ, Tanri Abeng mengambil gelar Doktor Ilmu Multidisiplin di Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah itu, Tanri Abeng mulai fokus mengabdi untuk bangsa.

Karir Politik Tanri Abeng

Karier Tanri Abeng menanjak pada 1960-an dan menjadi Direktur PT Union-Carbide Indonesia. Pada 1979, Tanri Abeng dipercaya menjadi presiden direktur PT Perusahaan Bir Indonesia.

Tanri Abeng kemudian pindah ke Grup Bakrie pada 1991, ia dinilai berprestasi di Grup Bakrie. Ia berhasil menaikkan penjualan tahunan dari sekitar 50 juta dolar AS menjadi 700 juta dolar AS per 1996.

Pada tahun, Tanri Abeng terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Golkar. Tanri Abeng pun sempat menjadi anggota MPR lalu menjabat menteri BUMN pada 1998-1999.

Pada 2011, Tanri Abeng mendirikan Universitas Tanri Abeng di Jakarta Selatan. Menurutnya, pembangunan kampus ini dibiayai dengan hasil penjualan Hotel Aryaduta, hotel yang dimiliki Tanri hasil bermitra dengan bos Lippo Group, James Riady.

Pada awal tahun 2012, ia menjabat sebagai CEO OSO Group, menggantikan Oesman Sapta Odang (pendiri). OSO Group bergerak dibidang pertambangan, perkebunan, transportasi, properti dan hotel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....