Indonesia-AS Kerja Sama Bangun Pembangkit Nuklir di Kalimantan

  • 31 Mei 2024 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menjalin kerja sama dalam pengembangan Small Modular Reactor (SMR). Hal ini dilakukan untuk mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalimantan.

“Kita diberikan bantuan untuk melakukan technical assessment di Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan bisa diselesaikan segera,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi dalam keterangannya, Jumat (31/5/2024).

Adapun pengembangan SMR ini merupakan bagian dari program Foundational Infrastructure for the Responsible Use of SMR Technology (FIRST). Di mana bekerja sama dengan US Department of State (US DoS).

Diketahui, proyek yang tertuang dalam PP Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) diharapkan berlangsung periode 2025-2035. Proyek ini melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan direncanakan akan rampung pada akhir tahun 2024.

“Dengan adanya IPEF (Indo-Pacific Economic Framework), kita meminta jangan sampai implementasinya duluan Romania dibandingkan kita. Romania ini targetnya tahun 2027,” ucapnya.

Dia mengingatkan, implementasi proyek ini harus sejalan. Utamanya, dengan regulasi di Indonesia terkait tenaga nuklir.

“Kalau mengimplementasi tapi peraturan kita belum mendukung, bingung juga ya. Jadi harus paralel, ketika implementasinya sudah dibuat, mungkin peraturan kita terkait tenaga nuklir juga sudah harus selesai,” ujar Edi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....