Perpustakaan Nasional Akan Bangun Ruang Baca di 10 Ribu Desa
- 19 Mei 2024 07:34 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri : Upaya pemerintah dalam membangun budaya literasi masyarakat desa di Indonesia masih terus digenjot. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2023 sebanyak 278,69 juta jiwa. Namun sangat disayangkan, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah minat bacanya.
Dilansir dari data UNESCO, hanya 0,001% masyarakat Indonesia yang memiliki minat baca. Hal itu berarti, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang suka dan aktif membaca. Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program of International Student Assessment (PISA) pada tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ke 68.
Maka dari itu, Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin dalam arahannya pada acara Pencanangan Gerakan Literasi Desa yang disiarkan langsung di laman Youtube BPI Kemendesa PDTT (17/5/2024), menekankan menekankan pentingnya menjalin koordinasi dengan berbagai pihak kepentingan untuk menyediakan buku-buku bermutu dan sarana membaca yang nyaman dan memadai.
"Jalin koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak dengan melibatkan para pegiat literasi termasuk menyediakan sarana membaca yang nyaman dan memadai. Manfaatkan tekonolgi digital dalam meningkatkan literasi informasi supaya informasi yang didapat tetap relevan dan menghasilkan layanan yang berkualitas bagi masyarakat Desa serta hargai budaya dan tradisi desa," papar Ma'ruf Amin.
Sementara itu dalam pewujudan gerakan ini, Perpustakaan Nasional RI melalui Plt Kepala Perpustakaan Nasional Prof. Aminudin Aziz, menyebutkan Perpusnas akan membangun ruang baca di 10.000 desa dan taman bacaan masyarakat dengan dukungan 1000 judul buku bacaan untuk masing masing ruang baca.
" Selain itu dari Kemendikbudristek juga mendistribusikan sekitar 27 juta buku bacaan kepada sekitar 45 ribu sekolah dasar, Kemendagri mengoptimalkan peran dan fungsi perpustakaan di Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk memfasilitasi program program yang telah dirancang bersama, dan Kemendespdtt menyediakan dukungan anggaran desa untuk operasional ruang baca dan taman bacaan," jelas Aminudin Aziz.
Ia juga mengatakan Perpusnas akan memberikan pelatihan intensif kepada pengelola yang difasilitasi para pegiat literasi di masyarakat yang kiprahnya telah terbukti melaksanakan gerakan literasi mandiri.
Sebagai informasi, Berdasarkan laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), nilai budaya literasi Indonesia sebesar 57,4 poin pada 2022. Nilai tersebut tercatat meningkat 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 54,29 poin
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....