Penanganan Bencana Sumbar Ditargetkan Tuntas dalam Dua Minggu
- 12 Mar 2024 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah menargetkan penanganan bencana banjir di Sumatra Barat (Sumbar) tuntas dalam dua pekan. Target itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Dia mengatakan, penanganan termasuk pembersihan dan perbaikan konektivitas. Utamanya di Jalan Raya Padang-Painan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.
"Saya ditugasi bapak Presiden untuk melakukan langkah penanganan bencana banjir di Sumatra Barat. Kementerian PUPR bertanggung jawab untuk pemulihan sarana prasarana umum, terutama jalan dan air bersih," kata Basuki dalam keterangannya, dikutip Selasa (12/3/2024).
"Terutama pada titik-titik rawan longsor untuk dapat segera ditangani dalam dua minggu ke depan. Jalan yang rusak segara diaspal, sehingga dalam dua minggu kondisi daerah sudah kembali bersih dan normal,".
Menurutnya, saat ini jalur Lintas Barat Sumatera dari Bengkulu-Painan hingga Padang telah dibuka dan dilalui kendaraan roda empat. Meski demikian, material longsor dan rumah warga terdampak masih dalam tahap pembersihan.
Basuki mengatakan, dari 12 kabupaten yang terdampak banjir, terdapat lima daerah terdampak paling parah, salah satunya di Kabupaten Pesisir Selatan. Ini berdasarkan data dari Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah.
"Pada jalur ini utamanya ada objek vital Pertamina yang tidak boleh terputus rantai distribusinya ke kabupaten/kota lain. Termasuk ke Pelabuhan Teluk Bayur Padang dan pengangkutan CPO dari Bengkulu," katanya, mengungkapkan.
"Untuk itu, saya minta dalam seminggu ini kondisi jalan yang terdampak longsor sudah bersih semua. Sehingga jalur distribusi juga dapat berjalan normal kembali,".
Dia juga menugaskan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar bersama para kontraktor yang ada untuk memasang dinding penahan tebing (sheetpile). Ini dilakukan untuk penanganan longsor di tepi sungai yang mengikis badan jalan nasional.
Kementerian PUPR juga melakukan investigasi pada delapan jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan yang rusak akibat banjir. "Kami akan survei jembatan gantung tersebut, apakah perlu diganti karena rusak berat atau bisa diperbaiki," ujarnya.
Dia menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumbar untuk segera menyiapkan sumur bor. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak bencana.
Kementerian PUPR bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan akan memulihkan layanan jaringan air bersih Kota Painan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). "Sedangkan untuk penanganan rumah warga yang rusak masih menunggu hasil pendataan dari BNPB," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....