BRIN Kaji Pemanfaatan Kecerdasan Buatan di IKN

  • 06 Mar 2024 23:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan. Khusus untuk dipakai dalam sistem pertahanan di kawasan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

"Keberadaan kecerdasan buatan memiliki peranan sangat penting. Sebagai salah satu pertahanan cerdas bagi keamanan bangsa dan negara, terutama di kawasan IKN," kata Kepala Pusat Riset Kecerdasan Artifisal dan Keamanan Siber BRIN Anto Satriyo Nugroho, Rabu (6/3/2024).

Anto mengungkapkan ada tiga peran strategis kecerdasan buatan bagi pertahanan. Pertama, alat yang bisa membantu memberikan keputusan dalam tata kelola organisasi, manajemen personal, anggaran, dan logistik.

Peran kedua adalah sistem informasi operasional militer. Lalu, peran ketiga berfungsi sebagai tools bagi penerapan teknologi sistem senjata.

"Meski punya peran yang besar dan penting. Penetrasi koneksi internet yang meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia menjadi salah satu ancaman bagi keamanan," ujarnya.

"Pertumbuhan tingkat penetrasi internet di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini hampir 79,5 persen jumlah penduduk Indonesia sudah terkoneksi internet," ucapnya menambahkan.

BRIN memandang IKN yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, memunculkan tantangan dalam perencanaan strategi pertahanan. Sebab IKN memiliki karakteristik geografi militer dengan faktor-faktor fisik.

"Seperti relasi spasial, bentang wilayah darat, serta karakteristik perairan pesisir dan laut, yang berbeda dengan Jakarta. Hal itu memungkinkan ancaman terhadap keamanan IKN juga berubah dan bahkan berlipat ganda," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....