Harga dan Kepercayaan Masih Jadi Hambatan Kendaraan Listrik
- 14 Jan 2024 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Minat, kepercayaan dan harga yang mahal masih menjadi hambatan program kendaran listrik di Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Institusi For Essential Service Reform Fabby Tumiwa.
“Soal harga, saat ini mobil listrik masih mahal 40 persen dari kendaraan konvensional. Atau berbahan bakar fosil sesuai dengan perbandingan kelas kendaraannya,” kata Fabby dalam perbicangan dengan RRI Pro 3, Minggu (14/1/2024).
Belum lagi, menurutnya, soal minat masyarakat yang terhambat oleh kesiapan infrastruktur. Masyarakat masih mempertimbangkan soal waktu pengisian baterai yang masih lama dan sebaran charging station yang masih terbatas.
“Dalam mengisi daya saat ini kapasitas keterisian 80 persen saja masih butuh waktu 2 jam. Padahal, diluar sana sudah ada tehnologi fast charging yang bisa mengisi 80 persen hanya 10 menit dan 100 persen 15 menit,” kata Fabby.
Belum lagi, lanjut Fabby, soal kepercayaan masyarakat yang masih mengkuatirkan soal keamanan penggunaan kendaran listrik. Seperti kalau lewat genangan air untuk sepeda kesetrum atau tidak.
Kemudian soal keyakinan harga jual yang masih menjadi pertanyaan. Apakah harga jual kembali kendaraan listrik masih akan bagus atau sama dengan kendaraan konvensional.
PR besarnya, menurut Fabby, adalah soal pembangunan infrastruktur, investasi dengan iklim yang mendukung. Sehingga memudahkan perusahaan kendaran listrik berinvestasi, dan edukasi kepada masyarakat.
Persoalan pengembangan kendaraan listrik saat ini adalah tingkat kepercayaan masyarakat. Yakni bagaimana menggunakan kendaraan listrik belum terbangun.
Wajar saja, kata Budi, sebab ekosistem untuk kendaraan listrik memang masih belum sebagus kendaraan berbahan bakar fosil. Misalnya, terkait lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tidak sebanyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU).
Demikian pula dengan perbengkelan. Dimana perbengkelan kendaraan listrik yang relatif masih lebih sedikit.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan langsung ke pabrik mobil listrik VinFast di Kota Hai Phong, Vietnam, Sabtu (13/1/2024). Menurut Presiden Jokowi, Chairman VinFast juga menyampaikan akan segera memulai konstruksinya di Tanah Air dalam waktu secepatnya.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, total investasi VinFast di Indonesia mencapai 1,2 miliar USD atau setara Rp18,7 triliun. Dan memiliki rencana produksi 250 ribu unit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....