Kemendikbudristek Terus Perkuat Kebijakan Merdeka Belajar

  • 24 Nov 2023 02:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus memperkuat kebijakan Merdeka Belajar. Ini untuk mendukung anak mengenali minat dan bakat sejak dini demi akses yang adil dan pendidikan lebih berkualitas.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo mengatakan, perubahan utama yang dihadirkan kurikulum merdeka yakni mengutamakan materi pembelajaran yang esensial. Guna mendorong perkembangan anak berdasarkan minat dan bakat yang dimiliki.

"Melalui kurikulum merdeka, guru tidak dibebani dengan terlalu banyak materi sehingga bisa lebih fokus pada proses pembelajaran. Guru juga memperoleh fleksibilitas untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan belajar murid, sehingga murid pun dapat menggali minat dan bakatnya lebih mendalam," kata Anindito, Kamis (23/11/2023).

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan kurikulum bukan sekadar perubahan administrasi semata. Melainkan sebagai upaya untuk mentransformasi sekolah menjadi tempat di mana semua anak bisa mengoptimalkan minat, bakat.

"Termasuk potensi kecerdasan mereka agar dapat merasa diterima dan dirawat. Lalu ditantang untuk tumbuh menjadi versi terbaik dari diri mereka," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Zulfikri Anas mengemukakan bahwa kurikulum merdeka merupakan alat bantu. Khususnya bagi peserta didik agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrah serta potensinya.

"Kurikulum Merdeka sebagai alat bantu tentunya memudahkan bagi guru dalam mendampingi anak-anak. Serta memudahkan peserta didik untuk mengenali dan mengembangkan potensinya sejak dini," ucapnya.

Ia mengutarakan bahwa fokus terhadap materi esensial menjadi kekuatan dari kurikulum merdeka, untuk meluruskan persepsi selama ini. Di mana banyak yang menganggap bahwa kurikulum unggul diukur berdasarkan banyaknya materi yang disampaikan kepada anak.

"Kekuatan sebuah kurikulum bukan terletak dari banyaknya materi yang disampaikan dan diserap oleh anak. Tetapi lebih kepada kemampuan kurikulum itu memberikan kekuatan kepada anak menghadapi persoalan ke depan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....