Mengunjungi Rumah Teknologi Nusantara, Pusat Pengetahuan Pembangunan IKN

  • 21 Nov 2023 15:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, PPU: Salah satu tempat yang boleh dikunjungi masyarakat umum di lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah Rumah Teknologi Nusantara. Ini adalah tempat yang didesain sebagai pusat pengetahuan tentang pembangunan IKN.

Terletak di Penajam Paser Utara (PPU), Rumah Teknologi Nusantara tampak seperti bangunan biasa. Ukurannya pun tidak terlalu luas.

Di dalamnya terdapat banyak sekat untuk memisahkan beragam aspek terkait pembangunan IKN. RRI berkesempatan mengunjungi rumah teknologi tersebut dan disambut ramah Sekar Dwijayati, staf Bidang Transformasi Hijau dan Digital IKN, Sabtu (18/11/2023).

“Rumah Teknologi Nusantara ini untuk memberi edukasi masyarakat lokal di sini. Dari sini mereka bisa tahu apa saja teknologi yang dibangun di IKN," kata Sekar.

Dari penjelasan yang disampaikan, IKN dibangun dengan prinsip ‘kota cerdas’ atau smart city, karena menerapkan efisiensi dan teknologi yang tinggi. Maka, semua fasilitas yang dibangun memanfaatkan teknologi, mulai deteksi polusi, penggunaan listrik, hingga pengawasan seluruh tempat.

IKN akan dilengkapi dengan layanan publik menggunakan robot, (Foto: RRI/MagdalenaK)
Sekar Dwijayati, staf Bidang Transformasi Hijau dan Digital IKN sedang menjelaskan penggunaan robot di IKN (Foto: RRI/Magdalena K.)

"Nantinya di wilayah IKN tidak ada lokasi untuk pabrik karena ada program pengurangan emisi karbon. UMKM juga diberi pelatihan, sehingga bisa membuat portal untuk mempromosikan produknya,” ujar Sekar.

Digitalisasi IKN juga diimplementasikan ke perangkat rumah tangga. Misalnya menyalakan televisi hingga membuka tirai jendela menggunakan tombol yang diintegrasikan ke telepon pintar.

Fasilitas sambungan internet nirkabel juga bakal mencakup seluruh area IKN. Total luas ibu kota baru ini mencapai 300 ribu hektare.

“Buat mengawasi seluruh wilayah ada yang namanya pusat komando. Dari situ bisa memantau seluruh fasilitas IKN memakai satelit orbit, misalnya ada kebocoran gas atau pipa air lewat sensor," kata Sekar.

Terkait listrik, kebutuhan di IKN diperkirakan mencapai 1.000 megawatt. Nantinya akan dipenuhi lawat jaringan solar panel.

Guna memenuhi kebutuhan penerangan seperti lampu, akan memakai teknologi sensor hasil kerja sama dengan Finlandia. “Jadi IKN diciptakan sebagai kota yang membuat warganya bahagia, seperti Finlandia yang masyarakatnya paling bahagia sedunia,” ujar Sekar.

Titik nol IKN Nusantara menjadi tempat favorit saat berkunjung di sana (Foto: RRI/Magdalena K.)

Bayangan canggihnya fasilitas di IKN juga bisa dilihat dari penggunaan robot yang dapat melayani masyarakat. Misalnya robot di restoran untuk mengantar makanan.

Selain itu robot juga akan dipakai untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi. Robot ini mirip Troika yang dioperasikan di Bandara Incheon, Seoul.

Saat mengunjungi IKN, selain Rumah Teknologi Nusantara, lokasi Titik Nol Nusantara dan menara pandang menjadi tempat yang banyak dikunjungi wawrga. Dari titik itu kita bisa melihat kawasan inti IKN.

Sekarang ini kita juga bisa melihat perkembangan pembangunan Istana Negara yang sudah 60 persen. Targetnya upacara HUT RI pada 2024 sudah dapat dilaksanakan di IKN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....