Gerakan Pangan Murah Upaya Kendalikan Inflasi Harga Pangan
- 17 Okt 2023 07:03 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak
Nasional di 186 titik di Indonesia oleh Badan Pangan Nasional, termasuk di Kalimantan
Barat di fokuskan di Kota Singkawang.
Gerakan Pangan Murah ini, diluncurkan langsung Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian secara virtual di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Senin (16/10/2023).
Gerakan ini merupakan upaya bersama dalam mengawal dan menjaga serta mengendalikan inflasi harga pangan yang bergejolak saat ini. GPM juga dilakukan di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia untuk menjaga keseimbangan harga kebutuhan pangan dengan ketersediaan pangan.
Dalam kesempatan ini, Mendagri menyampaikan arahannya dengan mengatakan bahwa angka inflasi sampai Bulan September secara menyeluruh di Indonesia pada angka 2,28%.
"Angka ini relatif sangat terjaga dan ini cukup imbang sesuai target dari Pemerintah. Namun untuk sekarang ini, kita harus waspadai bahwa penyumbang utama inflasi lebih tinggi adalah pangan," kata Mendagri.
Dirinya mengungkapkan setiap minggunya selalu meminta data dari Provinsi dan Kab/Kota dalam bentuk Indeks Perkembangan Harga (IPH).
"Dari data IPH dapat dilihat tinggi rendahnya inflasi di daerah masing-masing. Untuk harga bahan pokok yang harus diwaspadai yakni beras, jagung dan gula pasir. Sedangkan untuk bahan pokok yang sudah stabil, kita harus jaga tetap stabil," ungkapnya.
Terkait Gerakan Pangan Murah, Mendagri meminta seluruh Kepala Daerah untuk berpartisipatif dalam rangka pengendalian inflasi di daerah.
"Salah satunya adalah melakukan Gerakan Pangan Murah. Artinya pangan ini tetap dijual tetapi harganya subsidi dari Pemerintah. Kita harap daerah dapat menjalankan program ini dengan baik, jangan sampai banyak persiapan rapatnya tetapi isinya (stok pangan) sedikit," tutup Mendagri.
Usai menghadiri agenda tersebut, Pj. Sekda Kalbar menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Barat ikut melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Kota Singkawang.
"Kita Pusatkan di Kota Singkawang dulu dan itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan laju inflasi. Kemudian dalam waktu dekat tentu akan menyusul beberapa daerah yang lain di Kalbar supaya nanti penanganan inflasi ini terkomprehensi," ucap Bari (sapaan Pj. Sekda Kalbar).
Dalam menekan angka inflasi Provinsi Kalbar, tak hanya dilakukan GPM, tetapi juga dilakukan operasi pasar guna menjaga keseimbangan harga.
"Kita juga lakukan operasi pasar terhadap beberapa komoditi yang dinilai menyumbang inflasi tertinggi. Nah, sebagai informasi tadi, hasil dari Rakor ini, kita ketahui bahwa selain beras, itu ada gula pasir dan juga cabai rawit. Semoga nanti dalam waktu dekat ini dapat kita atasi lonjakan harganya," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....