Nasional

SCM Dorong Komitmen Politik Atasi Masalah Air

Oleh: Saadatuddaraen. ST Editor: Bara 15 Oct 2023 - 06:40 Pusat Pemberitaan
SCM Dorong Komitmen Politik Atasi Masalah Air
Pertemuan Konsultasi Pemangku Kepentingan World Water Forum ke-2 atau 2nd Stakeholder’s Consultation Meeting (SCM) di Badung, Bali. (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Solusi permasalahan air secara global dapat dapat secara cepat teratasi dengan dorongan dan komitmen politik.Ketetapan itu berdasarkan hasil pertemuan Konsultasi Pemangku Kepentingan World Water Forum ke-2 atau 2nd Stakeholder’s Consultation Meeting (SCM).

Pertemuan yang digelar di Hotel Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada 12—13 Oktober 2023 itu juga diyakini akan menciptakan diplomasi air (hidrodiplomasi). Hal itu terdiri dari beberapa kebijakan.

President World Water Council (WWC), Loic Fauchon mengatakan, kebijakan itu yakni, pembiayaan pengelolaan air, beban air kedalaman, dan hak atas air. Kebijakan-kebijakan tersebut harus diimplementasikan secara konkret di negara masing-masing, baik secara nasional maupun lokal. 

Salah satu tujuannya, sambung Loic, adalah agar dapat memberikan solusi terhadap upaya peningkatan akses air dan sanitasi bagi kelompok masyarakat miskin. Secara luas, air harus dapat mempersatukan seluruh negara melalui kerja sama penanganan masalah.

“Kita menuruti kemauan politik dan keputusan politik karena air adalah politik bersama, air mengelilingi kita, air menyatukan kita, air menstimulasi kita, dan air adalah masa kini kita. Akan menjadi masa depan kita dan masa depan generasi berikutnya,” ujarnya, Kamis (12/10/2023).

2nd SCM mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Sehingga bisa menjalin komunikasi yang dapat membangun kerja sama antarnegara di berbagai belahan dunia lainnya seperti Asia Pasifik, Amerika, Afrika, hingga regional lainnya.

Secara spesifik, lanjutnya, pertemuan Konsultasi Pemangku Kepentingan World Water Forum ke-2 mempertemukan sekitar 700 pemangku kepentingan dari 70 negara. Terdiri dari unsur kepala negara, pemerintah pusat, otoritas lokal, parlemen, organisasi, dan masyarakat.

“Tugas kita  menunjukkan kepada media dan masyarakat luas. Bahwa pekerjaan kita di seluruh dunia memberikan solusi,” kata Loic.

Pertemuan memiliki konsep pembahasan tematik yang diantaranya, keamanan dan kemakmuran air, air untuk manusia dan alam, pengurangan dan pengelolaan risiko bencana. Kemudian, kerja sama dan hidro-diplomasi, air dan jeuangan berkelanjutan dan pengetahuan dan inovasi.

Proses Tematik tersebut, mengembangkan konsep topik dan subtema dengan isu-isu rinci untuk membahas topik sesi tentatif. Ini berdasarkan diskusi dalam kelompok kerja masing-masing dengan mengadakan sesi breakout.

“Tantangan-tantangan besar ini, yang semuanya merupakan prioritas penting bagi masa depan planet ini, akan mengharuskan kita untuk melakukan upaya yang lebih besar lagi di tahun-tahun dan dekade yang akan datang,” pungkas Loic