Nasional

Kemenaker Lepas Ribuan Peserta Magang ke Jepang

Oleh: Lukman Tara Editor: Bunaiya 21 Sep 2023 - 16:00 Pusat Pemberitaan
Kemenaker Lepas Ribuan Peserta Magang ke Jepang
Ribuan peserta magang ke Jepang, tengah mengikuti prosesi seremoni pelepasan di Balai Samudera, Jakarta Utara, Kamis (21/9/2023) (Foto: RRI/Lukman Tara)

KBRN, Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melepas 2 ribu peserta magang ke Jepang. Pelepasan dilakukan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatakan, peserta magang akan menempati berbagai sektor. Mereka akan bertugas selama tiga tahun dan dapat diperpanjang hingga lima tahun.

"Peserta magang ke Jepang ini menjadi bagian dari pengurangan angka pengangguran. Kita lihat pengangguran kita indeksnya turun 5,83 menjadi 5,45 persen di bulan Februari tahun ini," kata Airlangga usai acara pelepasan magang ke Jepang di Jakarta, Kamis (21/9/2023). 

Menurutnya, pemagangan ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menempati berbagai posisi pekerjaan. "Dari alumni-alumni ini tadi ada beberapa yang sudah masuk di korporasi, di middle dan top management," ujarnya. 

Menaker Ida mengatakan, program pemagangan ini sangat diminati masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar mencapai 2.500 orang.

"Ini menunjukkan betapa tingginya antusiasme angkatan kerja kita dalam meningkatan kompetensi melalui program pemagangan ke Jepang. Kemnaker pun akan terus memasifikasi program pemagangan ke Jepang untuk memaksimalkan pembangunan SDM menuju Indonesia Maju," ucap Ida. 

Kemnaker, lanjut Ida, bekerja sama dengan IM Japan telah melaksanakan berbagai program pendukung pemagangan ke Jepang. Program terkini yaitu berupa Bantuan Subsidi Pra Pemberangkatan senilai 100 ribu Yen kepada calon peserta pemagangan.

"Peserta magang nantinya juga akan mendapatkan Program Dana Usaha Mandiri senilai hingga 900 ribu Yen. Dana itu diberikan setelah peserta menyelesaikan program magang ke Jepang baik selama tiga tahun maupun lima tahun," kata Ida.