Mensos: Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Perlu Perubahan Perilaku
- 18 Jul 2023 00:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan penghapusan kemiskinan ekstrem tidak cukup dengan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tetapi juga dengan membentuk budaya masyarakat dengan kategori miskin ekstrem menjadi lebih baik.
“Jadi tidak hanya sekadar mengajarkan mereka bagaimana mendapatkan pendapatan yang lebih. Namun juga mengajarkan budaya hidup untuk bisa lebih baik,” kata Risma saat berkunjung ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), di Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/7/2023).
Ua menjelaskan, para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) biasa hidup bebas tanpa aturan. Namun ketika dibina dan diberdayakan di sentra-sentra Kemensos, mereka mendapatkan pembelajaran mengenai budaya hidup yang lebih baik dan teratur.
Mensos menekankan bahwa mengubah budaya hidup seseorang tidaklah mudah dan membutuhkan proses. “Mengubah budaya hidup butuh tekad kuat. Jika mereka biasanya tidak harus menjaga kebersihan, sekarang dia harus membersihkan tempatnya, dan itu tidak mudah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Risma menyebut Kemensos terus mendorong penghapusan kemiskinan ekstrem. Salah satunya dengan memberikan hunian gratis bagi pemulung, tunawisma, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) hingga lanjut usia (lansia) terlantar.
Termasuk membekali mereka dengan keahlian yang sesuai dengan minat nya. Sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi dengan penghasilan di atas standar Bank Dunia.
“Nanti kita akan sempurnakan terus untuk para penerima manfaat ini bisa lebih maksimal untuk pemberdayaan nya. Sehingga mereka bisa sesegera mungkin bisa keluar dari kemiskinan,” kata Risma.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....