Sterilisasi Tekan Populasi Kucing Untung Jawa

  • 06 Okt 2026 22:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sterilisasi menekan populasi kucing di Pulau Untung Jawa
  • Populasi kucing sebelumnya pernah mencapai lebih dari 600 ekor
  • Kucing dapat datang dari pulau lain maupun daratan menggunakan kapal
  • Sterilisasi dan vaksinasi menargetkan 125 kucing di Pulau Untung Jawa
  • Pemerintah menargetkan sterilisasi sekitar 1.000 kucing di 11 pulau setiap tahun

RRI.CO.ID, Jakarta - Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, mengatakan sterilisasi beberapa kali telah menekan populasi kucing di wilayahnya. Populasi kucing yang sebelumnya pernah mencapai lebih dari 600 ekor kini mulai berkurang.

Muslim mengatakan pengendalian populasi kembali dilakukan melalui sterilisasi dan vaksinasi. Kegiatan kali ini menargetkan 125 kucing di Pulau Untung Jawa.

“Dulu jumlahnya pernah lebih dari 600 ekor. Setelah dilakukan sterilisasi beberapa kali, kita melihat sudah ada penurunan,” kata Muslim saat ditemui RRI di Kantor Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepuluan Seribu, Selasa 6 Oktober 2026.

Muslim mengatakan sebagian kucing merupakan hewan tanpa pemilik yang datang dari wilayah lain. Kucing dapat berpindah dari pulau lain maupun daratan menuju Pulau Untung Jawa menggunakan kapal.

“Kucing-kucing itu bisa datang dari berbagai pulau atau daratan menggunakan kapal. Mereka kemudian berpindah dari kapal satu ke kapal lainnya,” ujar Muslim.

Menurut Muslim, ketersediaan makanan juga membuat kucing dapat bertahan dan berkembang biak di wilayah tersebut. Warga biasanya memberikan sisa ikan atau makanan kepada kucing yang berkeliaran.

“Warga biasanya memberi makan, terutama sisa ikan atau makanan setelah makan. Jadi kucing-kucing itu tetap mendapatkan makanan,” katanya.

Muslim mengatakan populasi kucing yang terlalu banyak dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian warga dan wisatawan. Kucing kerap berkumpul ketika masyarakat sedang makan di kawasan wisata.

“Kalau ada warga atau wisatawan sedang makan, biasanya kucing-kucing itu datang berkumpul. Ada yang suka, tapi ada juga yang merasa terganggu,” ujar Muslim.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang DKI Jakarta, dokter hewan M. Th. Widiastuti, mengatakan ketersediaan makanan membuat kucing mudah berkembang biak. Karena itu, sterilisasi penting untuk mengendalikan pertumbuhan populasi dalam jangka panjang.

“Sterilisasi ini tujuan utamanya untuk mengendalikan populasi. Kalau tidak disterilisasi, kucing betina bisa melahirkan tiga kali setahun,” ujar Widiastuti.

Widiastuti mengatakan pengendalian reproduksi perlu dilakukan secara rutin untuk mencegah populasi kembali meningkat. Menurutnya, kondisi lingkungan kepulauan membuat pengendalian tersebut semakin penting.

“Kucing-kucing di pulau memiliki makanan yang cukup. Karena itu, mereka bisa berkembang biak dengan cepat,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu, Sandri Oktama, mengatakan program dilakukan rutin. Program tersebut menargetkan sekitar 1.000 kucing setiap tahun di 11 pulau berpenduduk.

“Setiap tahun kita melakukan kegiatan sterilisasi dan vaksinasi. Targetnya sekitar 1.000 kucing di 11 pulau berpenduduk,” ujar Sandri.

Sandri mengatakan pengendalian populasi membutuhkan keterlibatan masyarakat setelah program sterilisasi selesai. Warga diminta bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan dan melaporkan kondisi kesehatan yang tidak normal.

“Harapannya masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. Kalau ada kondisi tidak normal, segera laporkan kepada kami,” katanya.

Muslim berharap pengendalian populasi kucing terus dilakukan bersama masyarakat dan pemerintah. Ia juga mengusulkan adanya wadah khusus untuk merawat kucing di Pulau Untung Jawa.

“Harapannya ada tempat atau wadah khusus untuk merawat kucing. Jadi, tidak semuanya berkeliaran di lingkungan masyarakat,” ujar Muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....