Mengenal Sinta Nuriyah Wahid, Dari Dunia Jurnalistik hingga Kursi Wantimpres
- 03 Okt 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sinta Nuriyah Wahid dilantik sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat, 2 Oktober 2026
- Sinta memiliki perjalanan pendidikan dan karier beragam, mulai dari pendidikan pesantren, dunia pendidikan, hingga jurnalistik
- Sinta aktif dalam isu perempuan dan kemanusiaan, termasuk melalui Yayasan Puan Amal Hayati serta berbagai kegiatan sosial
RRI.CO.ID, Jakarta - Sinta Nuriyah Wahid dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jumat, 2 Oktober 2026. Pengangkatan Sinta menjadi bagian dari pelantikan 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.
Sinta Nuriyah Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 8 Maret 1948 dan merupakan anak sulung. Ia berasal dari keluarga Abdussyakur dan Siti Anisah Syakur yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren.
Pendidikan Sinta dimulai dari Sekolah Rakyat Jombang sebelum melanjutkan pembelajaran di Madrasah Muallimat Bahrul Ulum Tambakberas. Setelah itu, ia menempuh pendidikan Syariah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Kajian Wanita Universitas Indonesia.
Sinta kemudian mengembangkan pengalaman profesionalnya melalui dunia pendidikan dan jurnalistik sebelum aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia pernah mengajar di sejumlah lembaga pendidikan serta bekerja sebagai jurnalis Majalah Keluarga Zaman dan wartawan Majalah Matra.
Dalam kehidupan keluarga, Sinta menikah dengan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 11 September 1971. Pernikahan tersebut menghasilkan empat putri, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.
Ketika Gus Dur menjadi Presiden keempat Indonesia, Sinta mendampingi suaminya sebagai Ibu Negara pada periode 1999 hingga 2001. Perannya kemudian berkembang melalui berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan kehidupan masyarakat.
Sinta juga mendirikan Yayasan Puan Amal Hayati yang memberikan perhatian terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. Aktivitasnya turut mencakup isu kemanusiaan, kebebasan beragama, pemberdayaan perempuan, serta hubungan masyarakat lintas keyakinan.
Pada 2019, Sinta menerima gelar Doktor Kehormatan bidang Sosiologi Agama dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kini, pengalaman panjangnya di bidang sosial, perempuan, pesantren, dan kemanusiaan menjadi bagian perjalanan barunya sebagai Wantimpres.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....