Syahganda Siapkan Tim Khusus Hadapi Tantangan AI dan Algoritma

  • 03 Okt 2026 00:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menggantikan M Qodari.
  • Syahganda Nainggolan mengatakan pesan yang ingin disampaikan Presiden Prabow akibat distorsi AI
  • Presiden Prabowo juga melantik Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono

RRI.CO.ID, Jakarta - Syahganda Nainggolan menyiapkan tim khusus untuk mempelajari algoritma dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal itu disampaikannya setelah dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pelantikan Syahganda berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menggantikan Muhammad Qodari, sedangkan Fadli Tri Hartono dilantik sebagai Wakil Kepala Bakom RI.

Syahganda mengatakan algoritma dan AI menjadi tantangan komunikasi pemerintah di era digital. Menurutnya, teknologi tersebut perlu dipelajari agar pesan pemerintah dapat tersampaikan kepada masyarakat secara efektif.

“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok apa tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat. Karena menurut Yuval Noah Harari, tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI, dan lain-lain,” kata Syahganda.

Syahganda menilai komunikasi pemerintah perlu diperkuat agar informasi mengenai program dan kebijakan dapat diterima masyarakat. Ia mengatakan penguatan tersebut akan dilakukan melalui dialog dengan media dan pemanfaatan teknologi.

“Itu tentu kita harus banyak ketemu teman-teman media, teman-teman wartawan. Bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat, dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah,” ujarnya.

Syahganda mengatakan strategi komunikasi Bakom akan memadukan komunikasi konvensional dengan perkembangan teknologi. Langkah tersebut diharapkan membuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat semakin efektif.

“Ini mudah-mudahan kita berharap ke depan. Dengan kehadiran saya dan Pak Tono, selain melanjutkan yang ada, kita tentu akan mengombinasikan dengan teknologi yang berkembang sekarang ini,” ujarnya.

Syahganda juga mengatakan Bakom akan memperkuat komunikasi sebagai representasi pemerintah kepada masyarakat. Ia berharap langkah tersebut dapat membantu menyampaikan program pemerintah sekaligus menerima aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Presiden Prabowo menekankan komunikasi pemerintah sebagai alat untuk memperkuat persatuan nasional. Arahan tersebut menjadi salah satu fokus Bakom setelah Syahganda dan Fadli dilantik.

“Kalau arahan Presiden yang disampaikan beliau itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional. Kalau Badan Komunikasi ya pasti kita untuk menjaga peradaban, peradaban dibangun oleh Bapak Presiden Prabowo,” katanya.

Syahganda menambahkan Bakom akan melanjutkan program komunikasi yang telah berjalan sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan teknologi. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan komunikasi pemerintah di tengah perubahan ekosistem digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....