Bulog Salurkan Ribuan Ton Beras SPHP Setiap Hari ke Seluruh Indonesia
- 03 Okt 2026 01:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perum Bulog menyalurkan ribuan ton beras setiap hari melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah di Indonesia.
- Penyaluran tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu stabilisasi harga beras di tingkat pasar.
- Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran beras SPHP tersebut mencapai sekitar 120 ribu ton setiap bulan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perum Bulog menyalurkan ribuan ton beras setiap hari melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah di Indonesia. Penyaluran tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu stabilisasi harga beras di tingkat pasar.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran beras SPHP tersebut mencapai sekitar 120 ribu ton setiap bulan. "Untuk beras SPHP, Bulog itu per tiap hari ada lebih kurang hampir 4.000 ton per hari yang kita salurkan ke seluruh Tanah Air," kata Rizal di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat 2 Oktober 2026.
Menurut Rizal, penyaluran dilakukan secara rutin untuk memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi dan menjaga stabilitas harga di berbagai daerah. "Pemerintah maupun teman-teman swasta semuanya sudah semaksimal mungkin untuk menyediakan beras kebutuhan masyarakat seoptimal mungkin," ujarnya.
| Baca juga: Mentan Minta Bulog Perkuat Beras Premium |
Rizal menegaskan, upaya menjaga stabilitas pangan tidak hanya bergantung pada penyaluran beras oleh Bulog. Sinergi dengan pelaku usaha swasta dan penggilingan beras juga diperlukan untuk memastikan pasokan dapat menjangkau masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meninjau ketersediaan dan harga beras di PIBC. Dalam peninjauan tersebut, Rizal melihat langsung kondisi stok beras yang tersedia di pasar induk.
Ia mengatakan beras di PIBC tersedia dalam jumlah yang cukup. Kondisi tersebut menunjukkan pasokan di tingkat pasar induk masih tersedia.
"Yang awalnya adanya info katanya ada kelangkaan beras, ternyata beras cukup berlimpah. Jadi alhamdulillah tadi beliau (Titiek Soeharto) menyaksikan langsung untuk mengetahui sejauh mana keberadaan beras-beras yang ada di Pasar Cipinang," katanya.
Meski stok di pasar induk tersedia, Rizal menyebut distribusi perlu dipercepat agar pasokan tersebut segera sampai ke konsumen, khususnya melalui pengecer dan ritel di daerah. "Memang betul beras-beras tersedia di pasaran. Tinggal kita nanti mendistribusikannya lebih cepat supaya betul-betul sampai ke pengecer-pengecer maupun ritel-ritel yang ada di desa-desa," katanya.
Bulog Siapkan 507 Ton Beras Premium per Hari
Selain beras SPHP, Bulog juga menyiapkan beras premium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Rizal mengatakan sekitar 507 ton beras premium disiapkan setiap hari untuk disalurkan ke berbagai wilayah Indonesia.
Namun, volume tersebut baru mencakup sekitar 10 persen kebutuhan beras premium nasional. Adapun sekitar 90 persen kebutuhan lainnya masih dipasok oleh perusahaan swasta.
Rizal juga menyebut harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium. "Sesuai dengan yang diperintahkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan harga eceran tertinggi, harga beras medium Rp12.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900," ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan distribusi, pemerintah dalam waktu dekat juga akan memperkuat jaringan penyaluran melalui Koperasi Desa Merah Putih. Jaringan tersebut akan dimanfaatkan untuk menambah titik penyaluran beras, baik jenis medium maupun premium, sehingga pasokan dapat lebih mudah menjangkau masyarakat di tingkat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....