KM Virgo Tenggelam 30 Meter di Laut, Basarnas Pertimbangkan Tarik Bangkai Kapal

  • 15 Sep 2026 10:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, kini berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 30 meter.
  • Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, posisi kapal menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah operasi berikutnya.
  • Sebenarnya kalau dalam kondisi penanganan kecelakaan seperti ini, dari teman-teman TNI Angkatan Laut. Malah kalau perlu tenggelam di dasar akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam,

RRI.CO.ID, Jakarta - Bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, kini berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 30 meter. Basarnas mempertimbangkan, opsi menarik bangkai kapal ke perairan lebih dangkal untuk mendukung penanganan lanjutan, sementara pencarian korban terus dilakukan.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, posisi kapal menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah operasi berikutnya. Menurutnya, terdapat masukan dari TNI Angkatan Laut agar kapal tetap berada di dasar laut apabila kondisinya stabil.

“Sebenarnya kalau dalam kondisi penanganan kecelakaan seperti ini, dari teman-teman TNI Angkatan Laut. Malah kalau perlu tenggelam di dasar akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR seperti dilansir Antara di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dikutip Selasa, 15 September 2026.

Meski demikian, Basarnas tetap mengkaji, kemungkinan menarik bangkai KM Virgo Transport 8 ke lokasi yang lebih dangkal. Opsi tersebut, menjadi bagian dari rencana penanganan lanjutan di tengah pencarian korban yang masih berlangsung.

Syafii menegaskan, fokus utama tim SAR saat ini tetap mencari korban yang belum ditemukan. “Tentu kita masih sangat berharap agar segera ditemukan korban-korban dalam kondisi selamat,” ucap Syafii.

Pada hari kedua operasi, pencarian KM Virgo Transport 8 dilakukan menggunakan enam sektor yang telah ditentukan oleh tim SAR. Pembagian sektor tersebut, dapat berubah pada operasi berikutnya berdasarkan hasil pemetaan dan perkembangan pencarian di lapangan.

“Kemungkinan kita akan bergeser besok dan nanti akan dikirimkan dari SAR Map yang dihasilkan dari Basarnas Command Center,” kata Syafii. Pemetaan tersebut digunakan untuk menentukan pola pencarian berikutnya agar penyisiran dapat dilakukan secara lebih efektif.

Hingga Senin, 14 September 2026, pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat, 114 orang telah ditemukan. Tepatnya, dari total 243 orang yang berada dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Sebagian korban yang telah ditemukan, sudah dievakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Sementara itu, korban lainnya masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju titik penanganan yang telah ditentukan tim SAR.

Basarnas juga mengerahkan berbagai unsur untuk mendukung pencarian di sekitar lokasi kecelakaan.

Pada operasi hari ketiga, unsur pencarian bawah laut turut diperkuat dengan pengerahan personel khusus. Serta, kapal yang memiliki kemampuan mendukung pencarian di bawah permukaan laut.

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin setelah bertolak pada Sabtu (12/9/2026).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....