Menko PMK Apresiasi Peran BPOM Jaga Kualitas Keamanan Obat dan Makanan
- 14 Sep 2026 15:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemandirian industri obat didorong melalui pemanfaatan kekayaan hayati dan perkembangan bioteknologi.
- Kementerian UMKM mengapresiasi kemudahan registrasi BPOM yang membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha.
- Pratikno mengapresiasi BPOM karena menjalankan pengawasan obat dan makanan sejak hulu hingga hilir.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menko PMK Pratikno mengapresiasi peran BPOM dalam menjaga keamanan, mutu, dan khasiat obat serta makanan. Menurutnya, tugas tersebut semakin penting karena pengawasan berlangsung sejak hulu hingga produk digunakan masyarakat.
Pratikno menilai tanggung jawab BPOM tidak berhenti pada pengawasan produk yang sudah beredar. Perannya juga mencakup pengembangan industri agar kebutuhan obat nasional semakin mandiri dan berkualitas.
“Apresiasi dan terima kasih kepada BPOM yang tugasnya sangat berat menjaga makanan dan obat masyarakat. Tugas ini bukan hanya di hilir, tetapi juga mulai dari hulu,” ujarnya dalam 'Forum Menenun Kebijakan: Bergerak Bersama Mengurai Tantangan dan Menciptakan Solusi' di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, kemandirian industri obat perlu diperkuat karena Indonesia masih bergantung pada sejumlah produk impor. Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk mengoptimalkan kekayaan hayati sebagai sumber pengembangan obat nasional.
Penguatan industri itu membutuhkan dukungan riset yang berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi kesehatan. Pratikno menilai kemajuan bioteknologi memberikan peluang besar untuk memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia secara lebih optimal.
“Indonesia punya kekayaan hayati yang luar biasa dan itu menjadi modal sangat penting. Kekayaan tersebut harus dioptimalkan untuk pengembangan industri obat kita,” katanya.
Meski mendorong pertumbuhan industri, BPOM tetap diharapkan menjaga standar keamanan, mutu, dan khasiat setiap produk. Keseimbangan tersebut diperlukan agar perkembangan industri nasional tetap memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Pratikno juga menyoroti pentingnya edukasi karena perkembangan teknologi digital memperluas penyebaran iklan obat dan makanan. Masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup agar dapat menentukan produk yang dikonsumsi secara benar dan aman.
“Kesadaran warga menjadi sangat penting sehingga edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Kita mengejar bukan hanya umur panjang, tetapi hidup sehat dan aktif lebih lama,” ujarnya.
Apresiasi terhadap BPOM juga disampaikan Kementerian UMKM melalui Staf Ahli Menteri UMKM Reghi Perdana. Ia menilai kebijakan BPOM telah memberikan ruang lebih besar bagi usaha mikro dan kecil berkembang.
Reghi menjelaskan, salah satu kebijakan tersebut berupa tarif nol rupiah untuk registrasi pangan olahan bagi pelaku usaha mikro. Kemudahan izin edar membuka peluang produk UMKM memasuki ritel modern, hotel, hingga pasar ekspor.
“Dengan kemudahan registrasi, produk UMKM akan lebih mudah masuk ke pasar ritel modern. Mereka juga semakin terbuka masuk hotel hingga menjual produknya ke luar negeri,” katanya.
Apresiasi tersebut menjadi bagian pembahasan dalam Forum Menenun Kebijakan yang digelar BPOM di Jakarta. Forum itu mempertemukan pemerintah untuk menguatkan kebijakan perlindungan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....