'Marketplace' MBG BGN Segera Beroperasi, Ini Enam Komoditas yang Masuk Tahap Awal
- 14 Sep 2026 11:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN RI menyiapkan, 'marketplace' khusus untuk mengatur pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, sistem pengadaan tersebut akan mengadopsi mekanisme Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah).
- Sehingga kita tahu nanti transaksinya jelas, perpajakannya jelas dan lain sebagainya
RRI.CO.ID, Jakarta - BGN RI menyiapkan, 'marketplace' khusus untuk mengatur pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Platform digital tersebut, ditargetkan beroperasi akhir September atau awal Oktober 2026 dengan tujuan mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan sistem pengadaan tersebut akan mengadopsi mekanisme Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah). Mengingat, SIPLah selama ini digunakan untuk pengelolaan belanja Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Melalui platform itu, pemerintah dapat memantau pemasok, harga komoditas, transaksi hingga aspek perpajakan dalam pengadaan bahan pangan MBG. “Sehingga kita tahu nanti transaksinya jelas, perpajakannya jelas dan lain sebagainya,” ujar Sudaryono dalam keterangannya melalui akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, sistem digital tersebut akan menjadi bagian dari upaya BGN membangun tata kelola pengadaan bahan baku MBG yang lebih terukur. Pada tahap pertama, marketplace MBG mencakup enam komoditas utama yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG.
Komoditas tersebut, Sudaryono menjelaskan, meliputi daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur, beras, minyak goreng, dan susu. BGN juga menyiapkan, konsep 'verified seller' untuk memastikan pemasok yang masuk dalam sistem telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Dengan mekanisme tersebut, ia menuturkan, transaksi bahan baku MBG hanya dapat dilakukan dengan pemasok. Atau, pihak yang telah melalui proses verifikasi.
“Nanti akan ada dari sisi marketplace-nya akan ke asosiasi, jadi belinya itu adalah yang verified seller. Nah, verified seller itu siapa? Ya adalah asosiasi itu,” kata Sudaryono.
Mekanisme tersebut, ia mengharapkan, dapat membuat rantai pengadaan bahan baku lebih mudah ditelusuri. Sekaligus, mengurangi potensi transaksi dengan pemasok yang tidak memenuhi ketentuan.
Selain mengatur pemasok, BGN tengah merancang kebijakan agar bahan baku MBG sedapat mungkin diperoleh dari wilayah tempat dapur beroperasi. Artinya, dapur MBG akan diarahkan untuk menyerap produk pangan dari daerahnya sendiri sebelum mencari pasokan dari wilayah lain.
Sudaryono memberikan contoh, dapur MBG di Mojokerto nantinya diharapkan membeli telur dari wilayahnya selama komoditas tersebut tersedia. Pembelian dari luar daerah baru diperbolehkan apabila kebutuhan bahan baku tidak dapat dipenuhi oleh pemasok di wilayah setempat.
“Nah nanti ada cakupannya, misalnya kalau di Mojokerto, beli telur ya Mojokerto aja, nggak boleh beli telur dari luar kabupaten. Kalau di dalam kabupatennya nggak ada barangnya gimana? Baru dia boleh nyebrang,” kata Sudaryono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....