Menteri PPPA Dorong Integrasi Perlindungan Anak

  • 14 Sep 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong Kota Semarang mengintegrasikan ekosistem perlindungan perempuan dan anak secara komprehensif.
  • Pemerintah pusat menekankan pentingnya pengawasan kesehatan mental anak di tengah masifnya penggunaan gawai dan teknologi digital.
  • Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berkomitmen menyediakan ruang partisipasi aktif bagi kreativitas generasi muda.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi mendorong Kota Semarang memperkuat ekosistem perlindungan anak. Pemerintah pusat menilai integrasi lintas sektor sangat krusial guna menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital modern.

Kebijakan perlindungan komprehensif dirancang khusus untuk memastikan pemenuhan hak dasar seluruh generasi muda bangsa. Arifah menekankan ekosistem tersebut juga harus mampu memastikan perlindungan anak dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Kita perlu melihat apakah seluruh layanan sudah terhubung dalam satu ekosistem yang mendukung keluarga dan memberdayakan perempuan. Ekosistem tersebut juga harus mampu memastikan perlindungan anak dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan kepada RRI.co.id , Senin, 14 September 2026.

Arifah menyatakan seluruh lembaga daerah terkait wajib menghindari ego sektoral agar penanganan kasus kekerasan berjalan optimal. Pelibatan aktif anak dalam merumuskan solusi permasalahan sosial menjadi prioritas utama kementerian.

“Persoalan yang dianggap penting oleh orang dewasa belum tentu sama dengan persoalan yang dirasakan anak-anak. Bunda ingin mendengar apa yang kalian rasakan sebagai anak Indonesia dan calon pemimpin masa depan,” ucap Arifah.

Pengawasan ketat terhadap dampak negatif penggunaan gawai dan media sosial terhadap kesehatan mental anak terus digalakkan. Orang tua serta pendidik diminta mendampingi aktivitas digital agar buah hati terhindar dari paparan konten berbahaya.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut baik arahan kementerian untuk memperluas ruang ekspresi kreatif anak muda. Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan fasilitas publik yang ramah anak guna mendukung pembangunan kota berkelanjutan.

“Anak-anak perlu diberikan ruang yang cukup untuk berkembang, berkreasi, dan mengekspresikan potensi mereka secara positif. Kami ingin anak dapat menyampaikan aspirasi serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan di Kota Semarang,” ujar Agustina.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan di tingkat lokal diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap memimpin masa depan. Sinergi kuat antarinstansi pemerintah terbukti ampuh menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....