Tangani Puluhan Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Tim Medis Bagi Tiga Zona
- 14 Sep 2026 09:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 69 korban selamat dari kecelakaan KM Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi, ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
- Penanganan korban selamat tersebut, dibagi tiga zona berdasarkan tingkat luka yang dialaminya.
- Penanganan korban dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan, zona kuning untuk korban luka sedang. Dan, zona merah untuk korban yang mengalami luka berat
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 69 korban selamat dari kecelakaan KM Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi, ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penanganan korban selamat tersebut, dibagi tiga zona berdasarkan tingkat luka yang dialaminya.
Pada Minggu, 13 September 2026, para korban selamat itu dibawa menggunakan Kapal MV Haida. Setelah sebelumnya, diselamatkan dari wilayah perairan Laut Jawa untuk mendapatkan penanganan medis.
MV Haida tiba dan bersandar di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 18.00 WITA. Setelah kapal merapat, seluruh korban dipindahkan menuju ruang induk terminal yang sementara difungsikan sebagai pusat pelayanan kesehatan dan penanganan darurat.
| Baca juga: Nasib Pahit KM Virgo dan Tampomas |
Tim gabungan langsung melakukan proses triase, menentukan prioritas penanganan berdasarkan kondisi masing-masing korban. Langkah tersebut, dilakukan agar korban dengan tingkat kegawatan paling tinggi dapat memperoleh pertolongan medis terlebih dahulu.
"Penanganan korban dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan, zona kuning untuk korban luka sedang. Dan, zona merah untuk korban yang mengalami luka berat," kata Petugas PMI Banjarmasin, Alfi dalam keterangannya seperti dilansir Antara, di Banjarmasin, Kalsel, Senin, 14 September 2026.
Pembagian tiga zona tersebut, ia menjelaskan, memungkinkan tenaga medis melakukan penanganan secara lebih terarah. Tepatnya, di tengah banyaknya korban yang tiba dalam waktu bersamaan.
Tim medis yang terdiri dari PMI, Dinas Kesehatan, serta unsur SAR kemudian memeriksa kondisi para korban satu per satu. Pemeriksaan korban dilakukan, dengan bantuan tempat tidur lipat (velbed), termasuk pengecekan tekanan darah, detak jantung, serta sejumlah tanda vital lainnya.
"Beberapa korban diketahui mengalami kondisi yang membutuhkan perhatian medis lebih intensif. Mereka yang mengalami trauma berat, gangguan pernapasan, hingga penurunan kesadaran mendapat tindakan lanjutan sesuai kondisi masing-masing," ucap Alfi.
Penanganan darurat itu, antara lain dilakukan dengan memberikan bantuan oksigen kepada korban yang mengalami sesak napas. Tim medis juga memasang penyangga leher atau neck collar serta memberikan infus apabila diperlukan.
Situasi di terminal sempat dipadati korban, petugas kesehatan, relawan, dan keluarga yang menunggu kabar mengenai kerabat mereka. Dalam kondisi tersebut, penerapan sistem triase menjadi bagian penting untuk memastikan proses pemeriksaan dan pertolongan tetap berjalan berdasarkan skala prioritas.
Sejumlah ambulans, juga disiapkan di sekitar gedung terminal untuk mendukung proses evakuasi medis. Kendaraan tersebut, digunakan untuk membawa korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dari zona merah menuju rumah sakit terdekat.
Personel TNI-Polri dan relawan turut dikerahkan untuk membantu proses pengamanan di sekitar area penanganan korban. Sementara petugas kepolisian dan keamanan pelabuhan melakukan sterilisasi lokasi agar kepadatan tidak mengganggu kerja tenaga medis maupun proses evakuasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....