Kapolri: Stabilitas Keamanan Jadi Syarat Utama Investasi
- 11 Sep 2026 18:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapolri menegaskan stabilitas keamanan menjadi syarat utama menjaga iklim investasi tetap kondusif.
- Pengusaha diminta melaporkan pungli, premanisme, dan kejahatan lain yang mengganggu kegiatan perusahaan.
- Hubungan industrial harmonis dinilai perlu berjalan bersama keamanan dan pemenuhan hak-hak pekerja.
RRI.CO.ID, Bekasi – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan stabilitas keamanan menjadi syarat utama menjaga iklim investasi. Kondisi kamtibmas yang terpelihara dinilai penting untuk menjamin keberlangsungan kegiatan dunia usaha.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100. Kegiatan berlangsung di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026.
“Satu hal yang harus kita jaga adalah bagaimana iklim investasi tetap kondusif. Stabilitas kamtibmas dan keamanan menjadi syarat utama,” ujarnya dalam Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026.
Menurut Listyo Sigit, Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi karena kekayaan sumber daya alam. Potensi tersebut juga didukung pasar domestik luas yang perlu diperkuat melalui kepastian hukum dan iklim usaha sehat.
"Keamanan kawasan industri kemudian menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pengusaha maupun investor. Kondisi tersebut sekaligus menjamin keberlangsungan operasional perusahaan dan lapangan pekerjaan bagi para buruh," katanya.
Kebutuhan menjaga keamanan, kata Kapolri, semakin penting ketika pemerintah terus mendorong hilirisasi pada berbagai sektor strategis. Hilirisasi tersebut mencakup mineral, energi, pangan, hingga manufaktur untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Kebijakan itu juga diarahkan membuka kesempatan kerja yang semakin luas bagi masyarakat. Karena itu, stabilitas keamanan diperlukan agar kegiatan investasi dan industri dapat berjalan secara berkelanjutan.
Listyo Sigit memastikan Polri akan terus hadir menjaga keamanan bagi pelaku usaha dan investor. Kehadiran tersebut ditujukan memberikan kepastian agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dalam situasi kondusif.
“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman. Indonesia juga kondusif untuk berinvestasi,” katanya.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Listyo Sigit meminta pelaku usaha tidak ragu melaporkan gangguan keamanan. Gangguan tersebut mencakup pungutan liar, premanisme, maupun kejahatan lain yang menghambat aktivitas perusahaan.
“Bagi pengusaha dan perusahaan yang menemukan premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu masuk ke Indonesia,” ucapnya.
Setiap laporan tersebut diminta segera ditindaklanjuti jajaran kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah itu diperlukan agar gangguan keamanan tidak menghambat keberlangsungan kegiatan usaha maupun investasi.
Selain keamanan, hubungan industrial harmonis turut menentukan keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan pekerja. Setiap perbedaan antara pekerja dan perusahaan didorong diselesaikan melalui komunikasi, dialog, serta musyawarah.
"Perusahaan juga didorong menaati regulasi, memenuhi hak pekerja, dan menempatkan pekerja sebagai mitra strategis. Sementara pekerja didorong meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta etos kerja untuk mendukung pertumbuhan perusahaan," ucapnya.
Listyo Sigit menilai kesejahteraan pekerja, keberlangsungan dunia usaha, dan stabilitas keamanan harus dijaga secara seimbang. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan dalam membentuk hubungan industrial dan iklim investasi yang kondusif.
“Dengan semangat persatuan, kemitraan, saling menghormati, dan gotong royong, mari kita wujudkan dunia usaha yang maju. Kita juga ingin pekerja semakin sejahtera dan stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” ujarnya.
Konsolidasi Akbar FSPMI dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari kurang lebih 1.200 perusahaan. Para peserta berasal dari Kawasan Industri MM2100 serta sejumlah perusahaan di wilayah sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....