Politeknik ATI Makassar Raih Emas-Perak lewat Inovasi AI

  • 11 Sep 2026 20:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Politeknik ATI Makassar meraih medali emas dan perak di International Innovation and Invention Competition Through Exhibition (iCompEx) 2026 dengan inovasi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.
  • Inovasi yang memenangkan penghargaan dirancang untuk menjawab tantangan di bidang keselamatan dan industri.
  • Plt. Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan menegaskan capaian tersebut menunjukkan jiwa kompetitif dan kualitas anak didik dari unit pendidikan Kemenperin.

RRI.CO.ID, Jakarta - Politeknik ATI Makassar meraih medali emas dan perak dalam International Innovation and Invention Competition Through Exhibition (iCompEx) 2026. Kedua penghargaan tersebut diraih melalui inovasi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk menjawab tantangan di bidang keselamatan dan industri.

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan menyebut capaian tersebut menjadi bagian dari berbagai prestasi yang diraih unit pendidikan Kemenperin. Menurutnya, berbagai prestasi tersebut menunjukkan jiwa kompetitif dan kualitas anak didik.

“Politeknik, akademi komunitas, maupun SMK di bawah naungan Kementerian Perindustrian telah meraih berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang membanggakan. Hal tersebut menunjukkan jiwa kompetitif dan kualitas anak didik yang suatu saat akan turut menggerakkan roda industri manufaktur,” ujar Adie dalam keterangannya, Jumat, 11 September 2026.

Medali emas diraih melalui inovasi “RESCUE-SYNC AI: Next-Gen Autonomous Building Emergency Ecosystem” yang diketuai Hamdan Gani. Sementara medali perak diperoleh melalui inovasi “UNIT SENSE AI: Smart AI Solution for Predictive Pump Maintenance & Utility Infrastructure” yang diketuai Muhammad Fadli Azis.

Kedua inovasi tersebut dikembangkan oleh tim dari Program Studi Otomasi Sistem Permesinan (OSP) Politeknik ATI Makassar. Tim yang beranggotakan dosen dan mahasiswa itu mengikuti kompetisi secara daring pada kategori Machines, Equipment & Manufacturing Processes.

iCompEx 2026 diselenggarakan Universiti Kebangsaan Malaysia dan Politeknik Sultan Abdul Halim Muadzam Shah pada Agustus 2026. Dalam kompetisi tersebut, kedua tim Politeknik ATI Makassar menampilkan inovasi berbasis teknologi dan AI untuk menjawab tantangan di bidang keselamatan dan industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pengembangan SDM industri kompeten dan berdaya saing global mewujudkan Indonesia Emas 2045. Agus menyebut SDM unggul perlu menguasai teknologi, memahami proses industri, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang cepat.

“Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur atau investasi modal. Tetapi juga harus ditopang oleh fondasi SDM Indonesia yang unggul,” kata Agus.

Untuk mendukung pengembangan SDM industri, Kemenperin melalui BPSDMI menyelenggarakan pendidikan vokasi pada 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK. Pendidikan tersebut menerapkan dual system dengan mengintegrasikan pembelajaran di satuan pendidikan dan praktik langsung di industri.

Prestasi internasional juga dicatatkan SMK-SMTI Pontianak melalui tiga siswanya yang memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Tiongkok. Ketiga siswa tersebut adalah Elbert Henrilsen, Rizal Firany, dan Yuga Arkadiva.

Elbert Henrilsen memperoleh GXU Top Discipline Scholarship untuk program Mechanical Design, Manufacturing and Its Automation di Guangxi University. Rizal Firany mendapatkan Guangxi Government Scholarship untuk jurusan Equipment Intelligence Technology di Liuzhou Polytechnic University (LZPU).

Sementara itu, Yuga Arkadiva meraih Taohuayuan Scholarship di Changde Vocational Technical College (CVTC) untuk memperdalam program Chinese Language. Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa lulusan pendidikan vokasi Kemenperin memiliki peluang untuk mengembangkan kompetensi pada tingkat internasional.

Capaian lain datang dari SMK-SMAK Bogor yang menempati peringkat pertama SMK Negeri dengan nilai rata-rata tes kemampuan akademik tertinggi se-Jawa Barat. Prestasi tersebut menunjukkan siswa pendidikan vokasi Kemenperin memiliki kemampuan akademik yang tinggi.

Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenperin mengembangkan pendidikan vokasi yang berkaitan erat dengan kebutuhan sektor industri. Melalui pendidikan berorientasi kompetensi, teknologi, inovasi, dan kebutuhan dunia kerja, Kemenperin berupaya menyiapkan generasi muda menjadi bagian dari transformasi industri nasional.

Adie berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi siswa, mahasiswa, tenaga pendidik, dan unit pendidikan di lingkungan Kemenperin untuk terus meningkatkan kualitas. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan inspirasi baru dan melahirkan karya-karya yang cemerlang serta bermanfaat bagi industri nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....