Kapolri Dorong Pegusaha Jadikan Buruh Sebagai Aset, Mitra dan Keluarga Perusahaan
- 11 Sep 2026 17:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta perusahaan menjadikan buruh sebagai aset, mitra, dan keluarga perusahaan.
- Dialog pekerja dan pengusaha dinilai penting untuk menjaga hubungan industrial sehat, berkeadilan, serta mendukung investasi
- Listyo Sigit meminta pungli, premanisme, dan gangguan kamtibmas yang menghambat dunia usaha segera dilaporkan.
RRI.CO.ID, Bekasi – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mendorong pengusaha menempatkan buruh sebagai aset, mitra, sekaligus keluarga perusahaan. Pandangan tersebut dinilai penting agar keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja dapat tumbuh bersama.
Pesan itu disampaikan dalam Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi”.
“Jadikan buruh sebagai aset dan mitra perusahaan. Jadikan mereka juga bagian dari keluarga perusahaan, ” ujar Listyo Sigit di Kabupaten Bekasi, Jumat, 11 September 2026.
Menurut Listyo Sigit, perusahaan membutuhkan pekerja produktif dan berkualitas agar mampu terus bertahan serta berkembang. Sebaliknya, pekerja membutuhkan perusahaan sehat untuk memperoleh kepastian kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
"Hubungan saling membutuhkan penting di tengah dinamika geopolitik dan tekanan ekonomi global. Kondisi ini membuat pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja perlu semakin memperkuat komunikasi serta kolaborasi," katanya.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Listyo Sigit mengapresiasi perjuangan FSPMI yang semakin mengedepankan silaturahmi dan dialog. Pendekatan tersebut membuka ruang penyelesaian berbagai perbedaan kepentingan melalui komunikasi dan musyawarah bersama.
"Penyelesaian melalui dialog diharapkan mencegah langkah yang justru dapat merugikan pekerja maupun perusahaan. Prinsip serupa juga terlihat dalam pembahasan Cipta Kerja melalui pertemuan serikat buruh dan asosiasi pengusaha," ucapnya
Pertemuan tersebut menjadi upaya mencari titik temu tanpa mengabaikan regulasi maupun perlindungan terhadap hak pekerja. Dengan pendekatan itu, hubungan industrial diharapkan tetap terjaga sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan usaha.
Konsolidasi Akbar FSPMI dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan di Kawasan Industri MM2100. Unsur serikat pekerja, pengusaha, APINDO, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan Polri turut mengikuti kegiatan.
Penguatan hubungan industrial tersebut berjalan bersama upaya pemerintah mendorong hilirisasi dan peningkatan investasi. Langkah itu diharapkan memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia.
Namun, pertumbuhan investasi tetap membutuhkan iklim usaha yang aman dan kondusif bagi seluruh pihak. Karena itu, Listyo Sigit meminta pungutan liar, premanisme, maupun gangguan kamtibmas segera dilaporkan kepada kepolisian.
Penanganan berbagai gangguan tersebut diperlukan agar aktivitas dunia usaha berjalan tanpa hambatan keamanan. Kondisi yang kondusif juga diharapkan memberikan kepastian bagi pengusaha, investor, maupun pekerja.
Selain keamanan, peningkatan investasi perlu berjalan bersama penguatan kualitas sumber daya manusia sektor industri. Listyo Sigit mengapresiasi SMK Mitra Industri MM2100 dalam menyiapkan sumber daya manusia semakin kompetitif.
Peningkatan kompetensi diharapkan membuka kesempatan pekerja menduduki posisi manajerial maupun strategis dalam perusahaan. Kesempatan tersebut sekaligus membuka ruang peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan kemampuan dan jenjang karier.
Sinergi pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....