Wamen HAM: Penghormatan HAM Jaga Martabat Manusia
- 11 Sep 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri HAM Mugiyanto menekankan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat tentang hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun masyarakat yang menghormati martabat setiap orang.
- Penghormatan HAM merupakan upaya sistematis menjaga, melindungi, dan memenuhi martabat setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang berkelanjutan.
- Kesadaran dan pemenuhan hak asasi manusia adalah bagian integral untuk memastikan setiap individu dapat menjalani kehidupan dengan penuh martabat dan harga diri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kesadaran HAM penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang menghormati martabat serta hak setiap manusia.
Mugiyanto mengatakan penghormatan HAM merupakan upaya menjaga, melindungi, dan memenuhi martabat setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan pemenuhan hak asasi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap orang dapat hidup bermartabat.
“Hak asasi manusia adalah memanusiakan manusia. Bagaimana menjaga martabat kemanusiaan, memastikan bahwa martabatnya sebagai manusia dijaga, dilindungi dan dipenuhi,” kata Mugiyanto dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Mugiyanto menegaskan martabat manusia tidak boleh dikurangi karena tindakan tersebut dapat merendahkan nilai kemanusiaan seseorang. Menurutnya, penghormatan terhadap martabat manusia harus dijaga melalui pemenuhan dan perlindungan hak asasi setiap individu.
“Tidak boleh dikurangi. Karena kalau dikurangi, martabat dia sebagai manusia berkurang,” ujar Mugiyanto menegaskan.
Mugiyanto juga menyebut nilai-nilai HAM bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia, termasuk Sulawesi Utara. Ia menilai penghormatan HAM telah menjadi bagian dari karakter masyarakat di daerah tersebut.
“Hak asasi manusia sudah menjadi DNA-nya Sulawesi Utara. No debate, no question. Hak asasi manusia sudah menjadi roh dari Sulawesi Utara,” ujarnya.
Diketahui, kegiatan penguatan kapasitas HAM tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai unsur masyarakat Sulawesi Utara. Acara digelar Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM bersama Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Tengah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem masyarakat sadar HAM. Ia menilai sinergi berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia.
“Kami memperkuat kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kerja sama juga melibatkan Pemkab Minahasa, Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Universitas Negeri Manado,” kata Mangatas Nadeak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....