Wapres Kunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan di Kalimantan Tengah

  • 10 Sep 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang dikelola oleh BOSF.
  • Pusat rehabilitasi tersebut mengalami dampak asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kalimantan Tengah.
  • Wapres hadir bersama para ahli satwa dan dokter hewan dari Jakarta untuk memastikan penanganan dampak karhutla terhadap satwa dan habitatnya berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam kunjungan kerjanya ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Pusat Rehabilitasi yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) ini terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam kesempatan ini, Wapres hadir bersama para pejuang satwa dan dokter hewan yang turut terbang dari Jakarta. Hal ini untuk memastikan penanganan dampak karhutla, khususnya terhadap satwa dan habitatnya berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” ujar Wapres, Kamis, 10 September 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat langsung proses rehabilitasi dan perawatan orangutan. Ia jug berdialog dengan para dokter hewan, relawan, dan tim yang selama ini terlibat dalam upaya perlindungan satwa.

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan obat-obatan, bawang bombay, dan alat nebulizer untuk mendukung kebutuhan di pusat rehabilitas. Wapres menekankan bahwa perlindungan satwa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya pemulihan lingkungan.

Penanganan satwa yang terluka perlu diiringi dengan pemulihan habitatnya secara menyeluruh. Termasuk memastikan ketersediaan sumber pakan, air, serta ekosistem yang mendukung keberlangsungan hidup satwa dalam jangka panjang.

“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” ujarnya.

Atas dedikasi dan kepedulian yang terus diberikan, Wapres menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait. Baik para dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, serta seluruh pihak yang selama ini berperan dalam upaya perlindungan dan perawatan satwa.

Dalam peninjauannya, Wapres sempat mengunjungi Forest School BOSF Nyaru Menteng yang saat ini menjadi tempat pembinaan 17 orangutan. Selain itu, ia juga meninjau area Karantina Individu Orangutan untuk melihat langsung proses nebulisasi atau pemberian uap.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan satwa terdampak karhutla. Di area karantina ini, sekitar 90 orangutan menjalani perawatan dalam beberapa kandang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....