Pengamat Tekankan Jati Diri RRI di tengah Perubahan Paradigma Komunikasi
- 09 Sep 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Paulus Widyanto menekankan pentingnya RRI mempertahankan jati diri di tengah perubahan paradigma komunikasi dan teknologi
- Paradigma Indonesia atau The Indonesian Way menjadi kunci transformasi RRI, dengan akar keindonesiaan tetap dipertahankan
- Informasi perlu dikembangkan menjadi pengetahuan agar RRI turut mendorong masyarakat Indonesia menjadi lebih pintar dan cerdas
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat Media Paulus Widyanto menekankan pentingnya RRI mempertahankan jati diri di tengah perubahan paradigma komunikasi. Menurutnya, transformasi RRI harus tetap berlandaskan paradigma Indonesia atau ‘The Indonesian Way’ sebagai identitas utama.
Paulus menjelaskan, masyarakat dan teknologi kini saling memengaruhi melalui proses ‘Co-construction of Society and Technology’ yang terus berkembang. Ia mengatakan paradigma komunikasi mengalami berbagai perubahan, termasuk pergeseran khalayak dari audience menjadi user serta kelangkaan menjadi keberlimpahan.
“Masyarakat diubah dan dikonstruksi terus-menerus oleh teknologi, namun, kemudian dikembangkan menjadi ‘Co-construction of Society and Technology’. Jadi, masyarakat dan teknologi saling mengubah dirinya, seperti yang tadi disebutkan, paradigma Indonesia juga harus menjadi kata kunci,” ujarnya dalam Sarasehan RRI ‘RRI Kemarin, Kini, dan Nanti’ di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Ia menilai perubahan paradigma komunikasi harus mendorong informasi menjadi pengetahuan agar Indonesia menjadi negara yang pintar dan cerdas. Menurutnya, masyarakat pada 2045 tidak cukup hanya mendapatkan informasi yang terkadang disebut sebagai ‘post-truth’.
Paulus menyebut paradigma Indonesia atau ‘The Indonesian Paradigm’ sebagai Paradigma Bhinneka Tunggal Ika yang harus diresapi insan RRI. Ia menilai paradigma tersebut penting dilakukan bersama seiring perubahan komunikasi dan munculnya demokrasi yang digerakkan algoritma.
“The Indonesian Way atau The Indonesian Paradigm yang saya sebut sebagai Paradigma Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus diresapi dan dilakukan oleh insan RRI atau kita semua bahwa paradigma kita berubah,” ucapnya.
Ia menegaskan ‘The Indonesian Way’ berbeda dengan ‘European Way’ maupun ‘American Way’ dalam menghadapi perubahan komunikasi. Ia menyatakan perubahan harus mandiri, sementara akar keindonesiaan menjadi hal yang tidak dapat berubah sebagai jati diri RRI.
Paulus menekankan Indonesia menjadi kata kunci bagi RRI dalam mempertahankan eksistensi sekaligus menjalankan transformasi berkelanjutan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan tetap eksis, sehingga keberadaan RRI juga akan tetap eksis.
“RRI, Indonesia menjadi kata kunci, paradigma Indonesia, ‘The Indonesian Way’ itu kata kuncinya. Sehingga saya tetap percaya bahwa Indonesia akan tetap eksis. Karena Indonesia eksis, maka RRI eksis,” kata Paulus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....