Menteri PPPA Dorong Peningkatan Kapasitas Pekerja Perempuan di Sawit

  • 09 Sep 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (MenPPPA) Arifah Fauzi mendorong peningkatan kapasitas pekerja perempuan sektor sawit untuk mempersempit kesenjangan upah yang masih terjadi.
  • Menurut Arifah, pekerja perempuan masih banyak menempati pekerjaan berketerampilan rendah sehingga berdampak terhadap tingkat upah yang diterima.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (MenPPPA) Arifah Fauzi mendorong peningkatan kapasitas pekerja perempuan di sektor sawit. Hal ini penting untuk mempersempit kesenjangan upah yang masih terjadi.

Menurut Arifah, pekerja perempuan masih banyak menempati pekerjaan berketerampilan rendah . Sehingga berdampak terhadap tingkat upah yang diterima.

“Kalau secara detailnya saya belum melihat secara langsung, tetapi memang ada pekerjaan yang berbeda. Sedangkan pekerjaan yang membutuhkan keahlian lebih tinggi masih banyak dilakukan pekerja laki-laki,” kata Arifah Fauzi saat konferensi pers usai menghadiri Peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan memiliki upah lebih tinggi masih banyak dilakukan pekerja laki-laki. Sementara, perempuan lebih banyak mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak keahlian.

“Pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak keahlian itu lebih banyak dikerjakan perempuan. Karena itu, akses untuk meningkatkan kapasitas perempuan pekerja perlu terus kita dorong bersama,” ujar Arifah Fauzi.

Arifah menilai kesenjangan pekerjaan perempuan perlu menjadi perhatian bersama melalui penguatan akses peningkatan kapasitas pekerja. Menurut Arifah, penguatan kapasitas pekerja perempuan penting dilakukan agar mereka memperoleh kesempatan lebih baik dalam dunia kerja.

“Akses untuk meningkatkan kapasitas perempuan pekerja ini perlu kita dorong bersama agar mereka memperoleh kesempatan lebih baik. Kita perlu memperkuat kapasitas perempuan pekerja agar mampu mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik,” ujar Arifah Fauzi.

Arifah menegaskan pentingnya memastikan perempuan memperoleh manfaat setara dari pembangunan sektor kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional Indonesia. Ia mengatakan sektor kelapa sawit berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan devisa negara.

“Pembangunan sektor kelapa sawit perlu memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat terealisasikan secara adil dan setara oleh perempuan. Perempuan maupun laki-laki harus memperoleh kesempatan yang sama dalam pembangunan, termasuk melalui penguatan peran perempuan di sektor sawit,” ucap Arifah.

Ia menyebut Indonesia memiliki peran besar dalam industri kelapa sawit dunia. Karena itu, pembangunan sektor tersebut perlu memperhatikan keterlibatan dan kesejahteraan perempuan.

“Komoditas kelapa sawit kita 60 persen dari seluruh dunia. Dan 30 persennya adalah Malaysia,” kata Arifah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....