PPM-LVRI: 81 Tahun RRI, Menjaga Suara Indonesia dan Merawat Nilai Kejuangan 1945
- 09 Sep 2026 14:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PPM-LVRI menyampaikan selamat dan apresiasi kepada RRI yang memperingati HUT ke-81 pada 11 September 2026.
- RRI dinilai memberikan ruang bagi sosialisasi Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945 (JSN45).
- PPM-LVRI berharap RRI terus menjadi media publik yang mencerdaskan, menjaga persatuan, dan menjangkau generasi muda.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Radio Republik Indonesia (RRI) atas HUT ke-81. RRI dinilai memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa serta menyuarakan nilai kebangsaan dan kejuangan kepada masyarakat Indonesia.
RRI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 pada 11 September 2026. Peringatan tersebut mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” serta semboyan “Sekali di Udara, Tetap di Udara”.
Selama 81 tahun, RRI telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. RRI terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai media publik.
Perjalanan tersebut berlangsung sejak masa mempertahankan kemerdekaan hingga memasuki era transformasi digital. RRI tetap memberikan informasi, pendidikan, hiburan, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Bagi PPM-LVRI, RRI memiliki arti khusus dalam menyampaikan berbagai pesan kebangsaan kepada masyarakat. RRI juga memberikan ruang untuk menyosialisasikan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 1945 (JSN45).
Ketua Umum PPM-LVRI Berto Izaak Doko, S.H. mengatakan keberadaan RRI membuktikan radio publik tetap relevan. Posisi tersebut dinilai strategis untuk membangun kesadaran kebangsaan di tengah perubahan teknologi komunikasi.
“Kami dari Pemuda Panca Marga menyampaikan Dirgahayu ke-81 kepada Radio Republik Indonesia. Bagi kami, RRI bukan sekadar lembaga penyiaran, tetapi merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa," ujarnya, Rabu, 9 September 2026.
Berto mengatakan salah satu kontribusi RRI adalah memberi ruang bagi sosialisasi nilai perjuangan kepada masyarakat luas. Sosialisasi tersebut terutama ditujukan kepada generasi muda sebagai penerus perjalanan bangsa.
“JSN45 harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus. Nilai rela berkorban, cinta tanah air, persatuan, gotong royong,” katanya.
Nilai tersebut juga meliputi patriotisme, nasionalisme, pantang menyerah, serta semangat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seluruh nilai itu menurutnya harus diterjemahkan dalam kehidupan kekinian.
Berto menegaskan generasi muda tidak cukup hanya mengetahui sejarah perjuangan bangsa secara tekstual. Mereka harus memahami nilai perjuangan dan mengaktualisasikannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan.
Karena itu, media publik seperti RRI dinilai memiliki tanggung jawab strategis menghadirkan informasi mencerdaskan. RRI juga diharapkan terus memperkuat karakter kebangsaan masyarakat Indonesia.
“Di tengah derasnya arus informasi digital, hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, media publik yang kredibel semakin dibutuhkan. RRI harus terus menjadi suara yang menyatukan Indonesia,” ucapnya.
RRI dan Tantangan Era Digital
Perubahan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi dari berbagai media. Radio kini berkembang melalui streaming, platform digital, media sosial, dan berbagai bentuk distribusi informasi lainnya.
Transformasi tersebut menjadi peluang bagi RRI untuk memperluas jangkauan pesan kebangsaan kepada masyarakat. Peluang tersebut khususnya penting untuk menjangkau generasi muda yang semakin dekat dengan ekosistem digital.
PPM-LVRI memandang transformasi RRI harus diikuti penguatan karakter dan jati diri sebagai lembaga penyiaran publik. RRI diharapkan tetap menghadirkan keberagaman suara masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI.
Tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dinilai memiliki relevansi kuat dengan tantangan bangsa. Kedaulatan tidak hanya menyangkut wilayah dan politik, tetapi juga informasi, budaya, serta karakter bangsa.
Kedaulatan juga mencakup kemampuan masyarakat memilah berbagai informasi secara kritis. Kondisi tersebut membuat peran media publik semakin penting di tengah derasnya perkembangan informasi digital.
PPM-LVRI menilai sinergi RRI dengan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan perlu terus diperkuat. Sinergi juga melibatkan keluarga besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) serta berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut dapat menjaga ingatan sejarah bangsa sekaligus mewariskan nilai perjuangan kemerdekaan. Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun Indonesia yang lebih kuat.
Mewariskan Semangat Perjuangan kepada Generasi Muda
PPM-LVRI menegaskan semangat perjuangan 1945 bukan sekadar romantisme masa lalu. JSN45 merupakan warisan moral yang harus terus dikontekstualisasikan dengan persoalan bangsa masa kini.
Generasi muda saat ini menghadapi tantangan berbeda dibandingkan generasi pejuang kemerdekaan. Perjuangan sekarang diarahkan mengisi kemerdekaan melalui prestasi, menjaga persatuan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tantangan tersebut juga mencakup melawan intoleransi serta menjaga keutuhan NKRI. Generasi saat ini juga memiliki tanggung jawab membangun bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.
Dalam konteks tersebut, PPM-LVRI melihat RRI sebagai mitra strategis untuk terus menghidupkan komunikasi kebangsaan. RRI diharapkan menghubungkan sejarah perjuangan dengan generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia.
“Perjuangan tidak pernah selesai. Bentuk perjuangan boleh berubah sesuai zaman, tetapi jiwa, semangat dan nilai perjuangannya harus tetap hidup,” ujarnya.
Berto juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran RRI atas ruang bagi berbagai pesan kebangsaan PPM-LVRI. Apresiasi tersebut turut diberikan atas dukungan terhadap berbagai kegiatan organisasi selama ini.
“Atas nama keluarga besar Pemuda Panca Marga, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RRI. Semoga RRI semakin kuat, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.
PPM-LVRI berharap RRI tetap konsisten menjalankan fungsi sebagai media publik yang mencerdaskan masyarakat. Fungsi tersebut sekaligus diharapkan terus memperkuat persatuan Indonesia menghadapi berbagai perubahan zaman.
Dirgahayu RRI ke-81
PPM-LVRI berharap semboyan “Sekali di Udara, Tetap di Udara” terus menjadi semangat pengabdian RRI. Semangat tersebut diwujudkan melalui informasi berkualitas, pendidikan masyarakat, penguatan kebudayaan nasional, serta penjagaan persatuan bangsa.
Kolaborasi RRI dan PPM-LVRI dalam menyosialisasikan JSN45 juga diharapkan terus dikembangkan. Kerja sama dapat dilakukan melalui program siaran, dialog kebangsaan, edukasi sejarah, dan literasi digital.
Kegiatan tersebut juga diharapkan semakin banyak melibatkan generasi muda. Langkah itu menjadi bagian penting dalam mewariskan nilai perjuangan kepada generasi penerus.
RRI telah melewati 81 tahun perjalanan bersama Indonesia dengan berbagai perubahan zaman. Namun, kebutuhan terhadap informasi benar dan pesan pemersatu dinilai akan selalu ada.
“Atas nama keluarga besar PPM-LVRI, kami menyampaikan Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Radio Republik Indonesia. Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....