Wamenkomdigi Dorong Aceh Jadi Pengawal Pengembangan Teknologi di Selat Malaka

  • 09 Sep 2026 14:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Provinsi Aceh memiliki letak geografis strategis di ujung Selat Malaka yang memungkinkan pengembangan kapasitas teknologi dan ekonomi digital daerah.
  • Selat Malaka merupakan jalur perdagangan dunia sekaligus bagian dari jalur infrastruktur digital global melalui kabel komunikasi bawah laut berbagai negara.
  • Wamenkomdigi Nezar Patria melihat potensi Aceh dalam memanfaatkan posisi geografisnya untuk memperkuat konektivitas digital dan pertumbuhan ekonomi digital regional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menilai, Provinsi Aceh berada pada letak geografis yang strategis. Dengan berada di ujung Selat Malaka, Aceh dinilainya mampu membangun kapasitas teknologi dan ekonomi digital daerah.

Dijelaskan Wamenkomdigi, Selat Malaka tidak hanya penting sebagai jalur perdagangan dunia. Namun kawasan ini juga menjadi bagian dari jalur infrastruktur digital global melalui kabel komunikasi bawah laut berbagai negara.

Nezar menjelaskan bahwa kabel bawah laut yang melintasi Selat Malaka, bukan pula sekedar infrastruktur teknologi telekomunikasi. Kabel bawah laut tersebut dikatakannya, menghubungkan lalu lintas data antarnegara dan menjadi bagian penting dari ekosistem internet.

"Subsea cable yang menghubungkan internet yang kita pakai sekarang. Itu melintas, di bawah Selat Malaka," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Nezar, posisi geografis tidak otomatis menghasilkan manfaat ekonomi. Ia menekankan agar Aceh, harus memiliki kapasitas untuk menciptakan nilai dari posisi strategis tersebut.

Namun demikian Wamenkomdigi menilai, tantangan ke depan bukan sekadar menghadirkan konektivitas digital. Tetapi memastikan masyarakat Aceh memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi dan memanfaatkannya bagi kebutuhan ekonomi, pemerintahan, dan masyarakat.

"Yang penting bukan lagi Selat Malaka sebagai anugerah geografis. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menciptakan nilai dari Selat Malaka itu," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....