Mengenang Delapan Tokoh dan Peran Penting di Balik Sejarah RRI
- 09 Sep 2026 14:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Radio Republik Indonesia (RRI) didirikan pada 11 September 1945, hanya beberapa hari setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
- RRI memainkan peran strategis dalam menyampaikan suara Republik kepada masyarakat domestik dan komunitas internasional di era perjuangan kemerdekaan.
- Menjelang peringatan ulang tahun RRI ke-81 pada tahun 2026, berbagai tokoh penting dikenang karena kontribusi mereka dalam membangun fondasi industri penyiaran nasional Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Radio Republik Indonesia (RRI) memiliki perjalanan panjang yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Menjelang peringatan hari lahirnya ke-81 pada 2026, sejumlah tokoh dikenang atas peran penting mereka membangun fondasi penyiaran nasional.
RRI berdiri pada 11 September 1945, tidak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Kehadiran RRI ketika itu menjadi bagian penting perjuangan menyampaikan suara Republik kepada masyarakat dan dunia.
Selama perjalanan panjang tersebut, berbagai tokoh mengambil peran dalam membangun tradisi penyiaran Indonesia. Mereka tidak hanya berkontribusi ketika RRI berdiri, tetapi juga meletakkan dasar penyiaran nasional sebelumnya.
Berikut delapan tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah penyiaran Indonesia:
1. Jusuf Ronodipuro
Jusuf Ronodipuro dikenal melalui perannya menyebarluaskan berita Proklamasi melalui siaran radio Jepang Hoso Kyoku. Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan kabar kemerdekaan sekaligus menyatukan masyarakat dalam semangat Indonesia merdeka.
Tokoh kelahiran Salatiga, 30 September 1919 tersebut kemudian dikenang sebagai pelopor penyiaran perjuangan. Jusuf Ronodipuro wafat pada 27 Januari 2008 setelah meninggalkan jejak penting dalam sejarah penyiaran Indonesia.
2. Mangkunegoro VII
Mangkunegoro VII mendirikan Solosche Radio Vereeniging atau SRV pada 1 April 1933. Pendirian SRV menjadi salah satu tonggak penting perkembangan penyiaran nasional sebelum terbentuknya RRI.
Peran tersebut kemudian menjadi bagian dari sejarah lahirnya Hari Penyiaran Nasional setiap 1 April. SRV menjadi ruang berkembangnya penyiaran pribumi sebelum Indonesia memasuki masa kemerdekaan.
3. Sutarjo Kartohadikusumo
Sutarjo Kartohadikusumo turut memperjuangkan keberadaan penyiaran pribumi dalam perkembangan radio di Indonesia. Ia berperan menjembatani persoalan radio rakyat dengan NIROM hingga terbentuk Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran.
Sutarjo kemudian dipercaya sebagai ketua PPRK dalam memperkuat organisasi penyiaran pribumi. Peran tersebut menjadi bagian dari perjuangan membangun kedaulatan penyiaran Indonesia sebelum RRI terbentuk.
4. Abdulrachman Saleh
Abdulrachman Saleh memiliki peran penting dalam perkembangan radio sekaligus perjuangan bangsa Indonesia. Ia pernah memimpin VORO sebelum kemudian dipercaya menjadi pemimpin pertama Radio Republik Indonesia.
Selain kiprahnya dalam penyiaran, Abdulrachman Saleh dikenal sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia. Sosoknya mencerminkan perpaduan antara peran ilmuwan, pejuang, dan tokoh penting penyiaran nasional.
5. Maladi
Maladi dikenal sebagai penyiar olahraga SRV sekaligus salah satu penggerak pertemuan tokoh radio Indonesia. Ia turut menggagas perlunya organisasi radio nasional yang kemudian menjadi bagian perjalanan terbentuknya RRI.
Maladi juga memiliki peran dalam perkembangan televisi nasional bersama Presiden Soekarno. Tokoh ini turut merintis Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam sejarah penyiaran modern Indonesia.
6. Gusti Nurul
Gusti Nurul memiliki peran dalam mendukung kegiatan penyiaran yang dikembangkan Solosche Radio Vereeniging. Ia beberapa kali mewakili ayahnya, Mangkunegoro VII, dalam aktivitas penyiaran dan peresmian pemancar.
Pada 1936, pertunjukan tari Gusti Nurul di Belanda disiarkan secara langsung melalui SRV. Peristiwa tersebut memperlihatkan peran radio dalam memperkenalkan kesenian Indonesia hingga ke luar negeri.
7. Sarsito Mangunkusumo
Sarsito Mangunkusumo termasuk tokoh yang ikut mendirikan Solosche Radio Vereeniging bersama sejumlah tokoh lainnya. Bersama Sutarjo, ia turut menginisiasi pertemuan tokoh radio hingga melahirkan Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran.
Sarsito juga berperan dalam pengelolaan organisasi yang menjadi ruang bertukar gagasan penyiaran Indonesia. Kontribusinya turut memperkuat pergerakan penyiaran sebelum Radio Republik Indonesia berdiri.
8. Bung Tomo
Bung Tomo menjadi salah satu tokoh yang lekat dengan sejarah perjuangan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI). Pidatonya melalui RRI membangkitkan semangat arek-arek Surabaya dalam menghadapi pasukan Inggris.
Pekikan perjuangan Bung Tomo melalui radio kemudian dikenang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana RRI menjadi bagian dari perjuangan sekaligus saksi sejarah bangsa.
Delapan tokoh tersebut memiliki latar belakang dan kontribusi berbeda dalam perjalanan penyiaran Indonesia. Namun, peran mereka sama-sama menunjukkan pentingnya suara dan penyiaran dalam perjalanan bangsa.
Dari menyuarakan kemerdekaan hingga membangun penyiaran nasional, perjalanan RRI terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Sejarah tersebut menjadi bagian penting perjalanan RRI sebagai salah satu suara bangsa Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....