Menelusuri Sejarah Perkembangan Radio di Indonesia dari Masa ke Masa

  • 09 Sep 2026 14:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Radio telah menjadi pendamping perjalanan Indonesia sejak era kolonial, melewati masa perjuangan, hingga menghadapi perubahan teknologi digital modern.
  • Bataviasche Radio Vereeniging (BRV) yang didirikan pada 1925 adalah radio siaran pertama di Indonesia, menandai dimulainya era penyiaran di negara ini.
  • Perkembangan radio Indonesia dimulai sejak dekade 1920-an dan terus beradaptasi mengikuti kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.

RRI.CO.ID, Jakarta - Radio telah menemani perjalanan Indonesia sejak era kolonial, melewati masa perjuangan hingga menghadapi perubahan teknologi digital. Dalam perjalanannya, radio mengalami berbagai perubahan fungsi mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Melansir Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), perkembangan penyiaran radio Indonesia dimulai sejak dekade 1920-an. Bataviasche Radio Vereeniging (BRV) yang berdiri pada 1925 merupakan radio siaran pertama di Indonesia.

Pada 1927, masyarakat Indonesia semakin mengenal setelah KGPAA Sri Mangkoenegoro VII menerima perangkat radio dari seorang Belanda. Perangkat tersebut digunakan untuk mendengarkan pidato Ratu Wilhelmina dari Eindhoven.

Memasuki dekade 1930-an, stasiun radio milik Belanda berkembang dan menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia. Bersamaan dengan itu, muncul jaringan Radio Ketimuran yang dikelola masyarakat Indonesia dengan perhatian terhadap budaya tradisional.

Radio Ketimuran kemudian tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi turut menjadi ruang untuk mempertahankan identitas kebudayaan. Siaran budaya tersebut berkembang sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi budaya Barat.

Pada 1 April 1933, KGPAA Sri Mangkoenegoro VII merintis Solosche Radio Vereeniging (SRV) di Kota Solo, Jawa Tengah. Lembaga tersebut menjadi salah satu tonggak penting perkembangan penyiaran radio yang dikelola bangsa Indonesia.

Jaringan Radio Ketimuran kemudian berkembang ke berbagai kota melalui sejumlah stasiun yang berafiliasi dengan SRV. Perkembangan tersebut memperluas penggunaan radio sekaligus memperkuat penyebaran kesenian dan gagasan kebangsaan.

Pada masa pendudukan Jepang, perkembangan radio memasuki babak baru karena jaringan penyiaran yang sebelumnya dikuasai Belanda mengalami perubahan. NIROM, jaringan radio milik pemerintah kolonial Hindia Belanda, kemudian dikuasai Jepang dan diganti menjadi Hosyo Kanry Kyoku.

Setelah Indonesia merdeka, radio berubah menjadi bagian penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan menyebarkan informasi kepada masyarakat. Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai lembaga penyiaran pertama di Indonesia resmi berdiri pada 11 September 1945.

RRI memanfaatkan penyiaran radio untuk mendukung perjuangan Indonesia ketika menghadapi upaya Belanda menguasai kembali wilayah Republik. Periode tersebut memperlihatkan bagaimana radio tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga alat komunikasi perjuangan.

Seiring berjalannya waktu, radio berkembang menjadi bagian dari industri penyiaran dengan beragam bentuk lembaga dan segmentasi pendengar. Perkembangannya mencakup radio publik, swasta, lokal, serta komunitas yang memiliki karakter dan kebutuhan siaran berbeda.

Melansir dari Kementerian Pariwisata, industri radio Indonesia tetap berkembang meskipun menghadapi perubahan besar akibat kemajuan teknologi digital. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri radio beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi informasi dan hiburan masyarakat.

Era digital kemudian menjangkau pendengar melalui teknologi berbasis internet dan berbagai platform digital. Perkembangan teknologi tidak otomatis menghapus eksistensi radio, tetapi mendorong industri tersebut beradaptasi dengan zaman.

Pemerintah menetapkan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019. Penetapan tersebut berkaitan dengan berdirinya SRV pada 1 April 1933 dan menguatkan perjalanan sejarah penyiaran radio Indonesia. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....