Erick Tegaskan Anggaran Pembinaan Olahraga Harus Transparan

  • 09 Sep 2026 13:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Erick Thohir menegaskan anggaran pembinaan olahraga harus dikelola transparan dan memiliki indeks prestasi.
  • Pihak Kemenpora yang bermain-main dengan anggaran dipastikan akan dibawa langsung kepada penegak hukum.
  • Pembinaan diarahkan melalui pelatnas berkesinambungan sebagai persiapan Asian Games 2026 hingga Olimpiade 2028

RRI.CO.ID, Jakarta – Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa anggaran pembinaan olahraga harus dikelola transparan dan berbasis prestasi. Ia memastikan kepada pihak yang mencoba bermain-main dengan anggaran akan langsung dibawa kepada penegak hukum.

“Tim kami di Kemenpora yang main-main anggaran, saya yang bawa langsung ke penegak hukum. Jangan cederai ikhtiar kita,” ujarnya saat pengukuhan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Erick juga menjelaskan, pembenahan pengelolaan anggaran berjalan bersamaan dengan perubahan pola pikir pembinaan olahraga nasional. Setiap program nantinya harus memiliki ukuran prestasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita juga mempersiapkan yang namanya pelatnas berkesinambungan, jangka pendek, menengah, panjang. Secara transparan dan ada indeks prestasinya,” katanya.

Menurut Erick, perubahan tersebut dibutuhkan karena persaingan olahraga internasional semakin ketat. Sejumlah negara juga mulai meningkatkan investasi olahraga untuk memperkuat prestasi mereka.

Kondisi tersebut mendorong Kemenpora melakukan introspeksi terhadap pola pembinaan yang selama ini berjalan. Penggunaan anggaran harus mendukung program yang memiliki arah dan target prestasi terukur.

“Banyak negara sekarang sudah mulai berinvestasi di olahraga. Itulah kenapa kami di Kemenpora berintrospeksi diri,” ucapnya.

Erick mengatakan kebijakan tersebut juga mengikuti arahan Presiden mengenai posisi strategis olahraga bagi Indonesia. Olahraga dipandang sebagai duta sekaligus cerminan kekuatan bangsa dalam persaingan internasional.

“Arahan Bapak Presiden jelas bahwa olahraga adalah duta bangsa. Hal ini mencerminkan kedigdayaan bangsa kita,” ujarnya.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi salah satu pemantauan terdekat Kemenpora menuju Olimpiade 2028. Hasil pertandingan akan menjadi bagian evaluasi dalam membangun pembinaan berkesinambungan menuju ajang tersebut.

Dengan pendekatan tersebut, anggaran pembinaan diharapkan mengikuti kebutuhan atlet sekaligus pencapaian prestasi secara terukur. Transparansi menjadi bagian penting agar investasi pemerintah pada olahraga menghasilkan peningkatan prestasi nasional.

Kontingen Indonesia telah resmi dikukuhkan untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Setelah pengukuhan, rombongan dijadwalkan diterima Presiden Prabowo Subianto sebelum mengikuti pesta olahraga Asia tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....