Erick Thohir Tantang Atlet Indonesia Rebut Emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

  • 09 Sep 2026 12:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Erick Thohir menantang atlet Indonesia meningkatkan target dan merebut sebanyak mungkin emas pada Asian Games 2026.
  • Asian Games 2026 menjadi pantauan Kemenpora dalam mempersiapkan pembinaan berkesinambungan menuju Olimpiade 2028.
  • Erick menekankan transparansi pembinaan serta memastikan penyalahgunaan anggaran olahraga akan dibawa kepada penegak hukum.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menpora Erick Thohir menantang atlet Indonesia merebut emas sebanyak-banyaknya pada Asian Games 2026. Ia meminta setiap atlet meningkatkan target pribadi dan tidak cepat puas menghadapi persaingan ketat di Aichi-Nagoya.

“Saya menantang semua yang hadir, termasuk diri saya. Bisa tidak kita mempersiapkan dengan baik Asian Games ini?” ujarnya saat pengukuhan kontingen di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Erick menilai Indonesia mempunyai modal besar untuk meningkatkan prestasi pada pesta olahraga Asia tersebut. Ia mengingatkan Merah Putih telah mengoleksi 98 emas sepanjang penyelenggaraan Asian Games.

“Kita adalah yang terbesar di Asia Tenggara, baik dari segi penduduk, ekonomi, politik. Bisa tidak kita mengibarkan bendera Merah Putih sebanyak-banyaknya di Asian Games ini?” katanya.

Erick membandingkan capaian Indonesia sebelumnya dengan Thailand yang telah mengumpulkan 144 emas sepanjang Asian Games. Perbandingan tersebut menjadi pemacu agar prestasi olahraga sejalan dengan posisi Indonesia di Asia Tenggara.

Menjelang pertandingan, Erick meminta atlet tidak membatasi kemampuan berdasarkan target awal masing-masing. Ia mengingatkan perjuangan mereka telah diwarnai latihan, kelelahan, cedera, tangis, dan waktu bersama keluarga.

“Yang berpotensi perunggu, tantang diri Anda untuk dapat perak. Yang potensi perak, tantang diri Anda dapatkan emas,” ucapnya.

Atlet yang memiliki peluang meraih emas, kata Erick, juga diminta tidak jumawa menghadapi persaingan. Erick melihat banyak negara mulai meningkatkan investasi olahraga untuk memperkuat daya saing mereka.

“Yang potensi emas jangan jumawa, persaingan sangat ketat. Banyak negara sekarang sudah mulai berinvestasi di olahraga,” ujarnya.

Persaingan tersebut turut mendorong Kemenpora melakukan introspeksi dan mengubah pola pikir pembinaan olahraga nasional. Perubahan itu mengikuti arahan Presiden mengenai posisi olahraga sebagai duta dan cerminan kedigdayaan bangsa.

“Arahan Bapak Presiden jelas bahwa olahraga adalah duta bangsa. Dan juga mencerminkan kedigdayaan bangsa kita,” katanya.

Asian Games 2026 juga menjadi pantauan terdekat Kemenpora menuju Olimpiade 2028. Pemerintah menyiapkan pelatnas berkesinambungan melalui perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Program tersebut akan dijalankan secara transparan dengan indeks prestasi sebagai bagian evaluasi. Erick memastikan penggunaan anggaran pembinaan juga harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Kita juga mempersiapkan yang namanya pelatnas berkesinambungan, jangka pendek, menengah, panjang. Secara transparan dan ada indeks prestasinya,” ucapnya.

Erick menyatakan akan membawa langsung persoalan penyalahgunaan anggaran kepada penegak hukum. Langkah tersebut ditujukan menjaga komitmen pembenahan pembinaan olahraga agar tidak dicederai persoalan anggaran.

“Tim kami di Kemenpora yang main-main anggaran, saya yang bawa langsung ke penegak hukum. Jangan cederai ikhtiar kita,” ujarnya.

Sebelum diterima Presiden Prabowo Subianto, Erick meminta seluruh kontingen menyatukan komitmen menghadapi Asian Games. Ia meyakini Indonesia mampu merebut lebih banyak emas sekaligus memperkuat posisi olahraga nasional.

“Ayo kita bulatkan tekad, kita adalah negara yang terbaik di Asia Tenggara. Kita patut merebut emas sebanyak-banyaknya dan kita bisa,” katanya.

Sebagai informasi, sebanyak 432 atlet Indonesia akan berlaga pada 35 cabang olahraga selama Asian Games berlangsung. Kontingen Indonesia juga diperkuat 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel tim Chef de Mission.

Kontingen Indonesia telah dikukuhkan di Wisma Serbaguna GBK sebelum bertolak menuju Jepang. Setelah pengukuhan, kontingen dijadwalkan dilepas Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....