BAKOM Dorong Transformasi RRI Hadapi Perubahan Era Digital

  • 09 Sep 2026 10:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BAKOM RI Muhammad Qodari mendesak RRI untuk melakukan transformasi menyeluruh dalam menghadapi dinamika teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat.
  • Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara masyarakat mendapatkan dan mengonsumsi informasi, menciptakan tantangan komunikasi yang berbeda bagi RRI dibandingkan masa awal berdirinya lembaga.
  • Qodari menekankan pentingnya RRI tetap relevan di tengah transformasi digital yang terus berlanjut, sebagaimana disampaikan pada Sarasehan RRI bertema 'RRI Kemarin, Kini, dan Nanti' di Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala BAKOM Muhammad Qodari mendorong RRI melakukan transformasi secara holistik untuk menghadapi perubahan teknologi dan gaya hidup masyarakat. Qodari menilai perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh serta mengonsumsi informasi.

Ia menilai kondisi tersebut membuat tantangan komunikasi bagi RRI berbeda dibandingkan saat lembaga tersebut pertama kali berdiri. “Kalau saya pribadi nih ya, saya ingin agar RRI tetap bisa relevan,” ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (BAKOM RI) saat menjadi narasumber paga kegiatan Sarasehan RRI yang bertajuk 'RRI Kemarin, Kini, dan Nanti' di Auditorium RRI, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, RRI selama ini telah bertransisi dengan masuk ke ranah media sosial sebagai media mainstream. Namun, ia menilai diperlukan perubahan paradigma yang lebih adaptif agar RRI semakin relevan dengan perkembangan zaman.

"Ini menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi zaman. Sekaligus juga memang agar mindset-nya, paradigmanya itu sudah ke sana," ucapnya.

Menurut Qodari transformasi menuju ruang digital bukan hal yang sulit bagi RRI, karena kemampuan dasar telah tersedia. “Skill set mendasarnya sudah ada, tinggal kemudian dilengkapi dengan perkembangan teknologi,” kata Qodari.

Selain itu, Qodari menegaskan transformasi digital tersebut tidak perlu mengubah esensi RRI sebagai lembaga penyiaran publik. Ia menilai perubahan terutama hanya menyangkut jalur penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Cuman tadinya udaranya pakai sinyal gelombang udara pakai pemancar. Kalau sekarang gelombangnya atau jalur bekerjanya lewat digital,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....