Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Begini Jejak Aktivitasnya

  • 09 Sep 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim SAR gabungan hingga saat ini, masih mencari rombongan wartawan yang hilang kontak saat dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
  • Simak kronologi hilangnya rombongan wartawan saat ingin meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Kratakau dalam artikel ini.
  • Rombongan jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin siang untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim SAR gabungan hingga saat ini, masih mencari rombongan wartawan yang hilang kontak saat dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Rombongan wartawan itu, ditengarai hilang kontak saat memasuki perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Hingga Rabu, 9 September 2026, keberadaan tujuh orang rombongan yang berada dalam speedboat tersebut belum diketahui kabarnya. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, rombongan jurnalis ini hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.

"Rombongan jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin siang. Mereka melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Maruli saat dikonfirmasi wartawan, pada Selasa malam, 8 September 2026.

Maruli menuturkan, pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan ini melaut menggunakan kapal motor speedboat. Yakni, dengan kapten bernama Warta (55 tahun), anak buah kapal bernama Surakman (60 tahun), dan seorang pemandu berenama Heriyanto (49 tahun).

Maruli pun membeberkan, identitas lima wartawan yang berangkat untuk meliput Gunung Anak Krakatau. Berikut rinciannya:

  1. M. Bagus Khoirunnas, dari Kantor Berita Antara
  2. Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com
  3. Yudhis, jurnalis Inews
  4. Daus, jurnalis Anadolu Agency
  5. Donal, wartawan lepas.

“Komunikasi terakhir diketahui terjadi sekitar pukul 14.42 WIB, saat salah satu anggota rombongan mengirimkan lokasi terakhir kepada rekannya. Sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan jurnalis tersebut tidak dapat dilakukan lagi," ucap Maruli.

Kemudian, Maruli menuturkan, kondisi cuaca di sekitar wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan. Yakni, dengan arah angin dari selatan ke utara, kecepatan angin sekitar 16,7 knot.

Adapun tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter. Sementara itu, terdapat sebaran abu vulkanik dengan jarak pandang sekitar satu mil.

“Kami bersama Basarnas akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal. Dan, menyampaikan perkembangan informasi sesuai hasil di lapangan,” ujar Maruli.

Diketahui, Kantor SAR Banten langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan mengenai kapal yang hilang kontak. Tim kemudian, mengerahkan sejumlah unsur pencarian untuk menyisir perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir rombongan.

Pada pencarian hari pertama, tiga unsur alat utama laut dikerahkan. Yakni, Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Kantor SAR Banten, KN SAR Tetuka, dan RIB dari Kantor SAR Lampung.

Operasi tersebut, diperkuat dengan koordinasi bersama kepolisian dan unsur terkait lainnya.

Pencarian hingga Selasa, 8 September 2026 sore belum membuahkan hasil.

Tim gabungan, sebelumnya telah menyisir kawasan sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Tetapi, belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun rombongan yang dicari.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pencarian akan dilanjutkan dengan memperluas area operasi. Perluasan tersebut, dilakukan setelah tim mempelajari kembali rute perjalanan dari Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian. Karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau,” kata Al Amrad.

Dalam pencarian Rabu, 9 September 2026, Basarnas menyiapkan, dua drone termal untuk membantu menyisir wilayah yang sulit dipantau. Penggunaan perangkat tersebut menjadi bagian dari strategi pencarian, terutama karena kondisi jarak pandang di sekitar lokasi turut dipengaruhi sebaran abu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....