Basarnas Kerahkan 5 Tim Cari Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Selat Sunda
- 09 Sep 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Basarnas mengerahkan 5 tim gabungan menggunakan armada laut dari berbagai instansi untuk mencari 8 orang yang hilang di perairan Selat Sunda.
- Operasi udara menggunakan helikopter terkendala erupsi Gunung Anak Krakatau, sehingga tim memanfaatkan drone termal untuk optimalisasi pencarian.
- Keluarga korban dan rekan media terus menunggu perkembangan di Posko Aju Dermaga Marina Carita sembari Basarnas menyiapkan perluasan area pencarian.
RRI.CO.ID, Jakarta : Basarnas mengerahkan kekuatan penuh untuk mencari rombongan jurnalis dan kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Peristiwa ini bermula ketika para korban bertolak menggunakan kapal sewaan guna meliput aktivitas vulkanik di kawasan tersebut, Senin, 7 September 2026.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Rizki Dwianto, menjelaskan total terdapat delapan orang yang menjadi fokus utama dalam operasi pencarian gabungan ini. Para korban terdiri dari lima jurnalis, seorang kapten kapal, seorang anak buah kapal (ABK), serta seorang pemandu lokal.
Untuk memaksimalkan pencarian, Basarnas membagi personel dan armada ke dalam lima sektor perairan yang berbeda. "Tim kita bagi menjadi lima dengan menggunakan alut laut yang memang tersedia," ucap Rizki saat diwawancarai RRI Pro3, Rabu, 9 September 2026
Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur matra laut lintas instansi secara terpadu. Unsur yang dikerahkan meliputi KNSAR Tetuka milik Basarnas Banten, sejumlah unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Basarnas Banten dan Lampung, kapal Kaler milik TNI Angkatan Laut, serta KP Sanjaya milik Polairud.
Berdasarkan analisis SAR Map Prediction, area pencarian difokuskan mengarah ke sektor barat daya Gunung Anak Krakatau. Jarak titik pencarian dari masing-masing sektor diperkirakan berkisar antara enam hingga tujuh nautical mile.
Kendati demikian, tim SAR di lapangan dihadapkan pada tantangan alam yang cukup berat akibat kondisi aktivitas vulkanik. "Untuk via udara karena memang kita saat ini juga mengalami kendala karena untuk erupsi Gunung Anak Krakatau, itu sangat berisiko kalau kita menggunakan alut udara," kata Rizki mengenai hambatan operasional helikopter.
Sebagai solusi atas kendala tersebut, Basarnas mengalihkan strategi pengamatan udara dengan memanfaatkan teknologi alternatif. "Untuk mengoptimalkannya kita menggunakan drone termal yang nanti kita taruh di KNSAR Tetuka di sekitar lokasi," ujarnya.
Pihak Basarnas berharap kondisi cuaca pada hari pencarian dapat terus bersahabat guna mendukung efektivitas tim di lapangan. Apabila hingga batas waktu hari ini korban belum ditemukan, prosedur lanjutan berupa perluasan area sektor pencarian mutlak akan dilakukan.
Sementara itu, suasana tebal kecemasan tampak menyelimuti Posko Aju yang didirikan di Dermaga Marina Carita, Pandeglang. Keluarga korban bersama rekan-rekan sesama jurnalis terus bertahan di lokasi posko demi menanti kepastian kabar keselamatan rombongan.
Seluruh elemen tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus berupaya secara maksimal demi menemukan seluruh korban yang hilang. Perkembangan informasi terkait operasi penyelamatan ini akan terus diperbarui seiring dengan hasil temuan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....