Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama dalam Pengembangan AI

  • 09 Sep 2026 03:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia melalui Kemkomdigi membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan Amerika Serikat di bidang pengembangan kecerdasan buatan.
  • Kerja sama bilateral mencakup pengembangan teknologi AI dan upaya perlindungan anak di ruang digital.
  • Kolaborasi Indonesia-AS merupakan bagian dari komitmen kedua negara dalam mengembangkan ekosistem digital yang aman dan inovatif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), tengah membuka ruang lebih luas bersama dengan Amerika Serikat (AS). Secara khususnya hal itu untuk pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hingga pelindungan anak di ruang digital.

Selain hal itu Menteri Komdigi (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan, pengembangan AI juga harus melindungi anak di ruang digital. Untuk mewujudkan hal itu ia menjelaskan, bahwa pemerintah terus melakukan persiapan penerapan teknologi.

Meutya menyatakan, pemerintah akan terus memastikan penerapan pengembangan teknologi tersebut melalui kerja sama dengan industri global. Namun demikian dipastikannya, hal ini tetap mengikuti kepentingan nasional serta memberikan manfaat dan perlindungan bagi masyarakat.

"Teknologi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama dan penerapannya harus tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan ruang digital yang aman," kata Meutya dalam keterangan resminya, Selasa, 8 September 2026.

Di bidang AI, pemerintah diungkapkannya, tengah menyiapkan kerangka tata kelola yang mengatur pengembangan dan pemanfaatan AI berdasarkan tingkat risiko. Dengan kerangka tata kelola itu pemerintah dikatakan Meutya, terus melakukan berbagai inovasi dalam pengembangan dan pemanfaatan AI.

Hal ini dijelaskan Menkomdigi, bahwa AI akan tetap berkembang. Namun masyarakat juga memiliki kepastian mengenai keamanan l, dan penggunaan teknologi tersebut.

“Peta jalan AI disusun untuk melengkapi tingkat adopsi kecerdasan artifisial yang sangat tinggi di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Kami menghadirkan regulasi berbasis risiko bukan untuk menghambat inovasi, melainkan membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap teknologi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....